MUI Bengkalis Sayangkan Beredarnya Hoax Bupati Jadi Tersangka KPK

Rabu, 05 Desember 2018 - 11:36 WIB   [80 Klik]
Reporter : Riawan Saputra
Redaktur : Oce E Satria

MUI Bengkalis Sayangkan Beredarnya Hoax Bupati  Jadi Tersangka KPK

Amrizal Isa - Ketua MUI Kabupaten Bengkalis

KORANMX.COM, Bengkalis--Belakangan ini isu Hoax negatif tentang Bupati Bengkalis bertebaran terutama di media sosial. Hal ini dapat membuat informasi rancu ke masyarakat. Oleh karenanya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bengkalis berpendapat perbuatan menyebar isu hoax adalah perbuatan haram.

Amrizal Isa selaku Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bengkalis, kepada wartawan Rabu (5/12/2018). Mengaku sangat menyayangkan beredarnya informasi bohong yang berujung merugikan nama baik Bupati Bengkalis itu.MUI kata Dosen STAIN Bengkalis ini bersikap tegas merespon informasi hoax. Sikap tegas itu melalui fatwa 24 Tahun 2017 tentang hukum dan pedoman bermuamalat dalam media sosial. Setiap muslim yang bermuamalah melalui Medsos diharapkan tidak melakukan ghibah dan atau tidak melakukan fitnah.

 

Baca Juga   Kabar Bupati Bengkalis Jadi Tersangka KPK Ternyata Hoax

Dalam fatwa tersebut mengatur banyak hal, dari cara membuat postingan media sosial sampai cara memverifikasi. Ini dilakukan agar tidak timbul dampak buruk akibat informasi hoax.

"Membicarakan keburukan atau aib orang lain, fitnah, atau adu domba, penyebaran permusuhan, ujaran kebencian, dan permusuhan antarsuku, ras, agama, golongan, ini diharamkan," pesannya.

Fatwa MUI itu tambah Amrizal lagi juga mengharam kegiatan memproduksi, dan menyebarkan informasi bohong.

"Kita berharap penggiat sosial media dapat menyaring setiap informasi yang diterima. Agar tidak berdampak buruk bagi diri dan orang lain," imbuhnya.

Ia juga mengapresiasi KPK yang cepat menanggapi berita hoax tersebut. Ia yakin dan percaya KPK bekerja objektif dan profesional dalam penanganan kasus dugaan korupsi di Bengkalis.

"Sebagai masyarakat Bengkalis kami berterima kasih dengan KPK atas klarifikasi terhadap berita hoax yang diproduksi oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Kami yakin dan percaya bahwa KPK bekerja secara objektif dan profesional," imbuhnya.

Sebelumnya, warga Bengkalis sempat dihebohkan kabar menyebutkan Bupati Bengkalis Amril Mukminin ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek Batu Panjang -Pangkalan Nyirih tahun 2013-2015.

Informasi menyesatkan atau hoax tentang penetapan tersangka beredar di sosial media. Hal ini dipastikan tidak benar.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan, pihaknya belum menetapkan tersangka baru. Proses penyidikan terhadap dugaan korupsi tersebut masih berlanjut.

KPK katanya, masih menunggu hasil akhir perhitungan indikasi kerugian negara yang diproses oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Belum ada tersangka baru di kasus Bengkalis. Penyidikan masih berjalan. Kami masih harus menunggu audit perhitungan kerugian negara dari BPK,"ungkap Febri, Senin (3/12/2018) yang lalu.

Febri menuturkan, KPK akan mengambil langkah-langkah berikutnya bilamana hasil audit terhadap kerugian negara keluar. Termasuk pengembangan terhadap pelaku lain.

"Jika audit sudah selesai barulah akan dibahas langkah berikutnya atau pengembangan perkara pada pelaku lain," terangnya lagi.

KPK, lanjut Febri, tidak menutup kemungkinan memanggil pihak-pihak terkait untuk diminta keterangan. "Masih akan ada sesuai kebutuhan penyidikan," pungkasnya.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook