Mantan Bupati Pelalawan Belum Bisa Dieksekusi

Rabu, 05 Desember 2018 - 16:34 WIB   [31 Klik]

Mantan Bupati  Pelalawan Belum  Bisa Dieksekusi


PEKANBARU--MaHkamah Agung (MA) telah memvonis bersalah mantan Bupati Pelalawan Tengku Azmun Jaafar. Vonis itu, tertuang dalam putusan Kasasi MA, dalam perkara korupsi pembebasan lahan perkantoran Bhakti Praja.

Adapun hukumannya, 1 tahun 6 bulan, denda Rp50 juta atau subsider 2 bulan penjara.

Meskipun telah inkrah atau berkekuatan hukum tetap, akan tetapi, Tengku Azmun Jaafar belum bisa dieksekusi oleh pihak kejaksaan. Hal tersebut dikarenakan terdapat kesalahan dalam petikan putusan Kasasi MA. Sehingga, harus direvisi.

“Benar ada kesalahan dalam petikan putusan Kasasi itu. Jadi kita kembalikan (ke MA) untuk direvisi,” ucap Panitera Muda (Panmud) Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Denni Sembiring SH, Rabu (5/11).

Dijelaskannya, adapun kesalahan dalam petikan putusan Kasasi MA itu, yakni terkait tanggal penahanan terhadap Tengku Azmun Jaafar pada waktu menjalani proses sidang beberapa tahun lalu.

“Kesalahannya pada tanggal penahanan yang bersangkutan dulu. Jadi dalam petikan putusan Kasasi MA, tertulis yang bersangkutan telah menjalani masa tahanan dari tanggal 18 Desember 2015 sampai 18 Februari 2016. Yang benar itu, dari tanggal 8 Desember 2015 sampai 7 Juni 2016. Jadi ini yang harus direvisi,” jelas Denni.

Sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru yang dipimpin Rinaldi Triandiko SH MH, memutuskan mantan orang nomor satu di Pelalawan itu tidak bersalah dan membebaskan dari tuntutan JPU.

Adapun tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kala itu, menuntut Tengku Azmun Jaafar dengan hukuman 4 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp500 juta atau subsidair 6 bulan kurungan. Selain itu, dia juga dituntut membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp4.518.853.600. Terhadap vonis itu, JPU mengajukan kasasi ke MA.

Pada perkara rasuah ini Tengku Azmun Jaafar merupakan tersangka kedelapan yang ditetapkan oleh penyidik Direktorat Resese Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau.

Bahkan, Azmun pernah dijemput dari kediamannya Jalan Lumba-Lumba, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru, Selasa (8/12) silam dan langsung dilakukan penahanan.

Penanganan perkara ini dilakukan Penyidik Polda Riau, atas amanah dari putusan pengadilan saat menjatuhkan vonis terhadap mantan Wakil Bupati Pelalawan, Marwan Ibrahim, yang menjadi terdakwa dalam kasus yang sama.

Dalam putusannya kala itu, majelis hakim dipimpin Hakim Ketua Achmad Setyo Pudjoharsoyo SH MHum, meminta penyidik untuk menindaklanjuti perkara dengan memeriksa Tengku Azmun Jaafar. Karena hakim menilai, Tengku Azmun Jaafar menjadi orang yang juga bertanggung jawab dalam dugaan korupsi ini.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook