Terkait Kasus Dugaan Korupsi Alkes

Penangguhan 3 Dokter RSUD AA Ditolak

Rabu, 05 Desember 2018 - 17:18 WIB   [31 Klik]

Penangguhan 3 Dokter RSUD AA Ditolak


PEKANBARU—Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru menolak permohonan penangguhan penahanan terhadap tiga dokter yang terseret kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru tahun 2012/2013.

Mereka ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas II B Sialang Bungkuk, sejak Senin (26/11) lalu.

Ketiga dokter itu adalah dr Kuswan Ambar Pamungkas SpBP-RE, dr Weli Zulfikar SpB(K)KL dan drg Masrial SpBM. Mereka bertugas di rumah sakit milik pemerintah.

Penahanan itu menindaklanjuti penanganan perkara yang diusut penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pekanbaru.

Selain tiga dokter, perkara ini juga menjerat dua tersangka lainnya. Yakni Yuni Efrianti dan Mukhlis dari CV Prima Mustika Raya (PMR). Kedunya juga dilakukan penahanan.

Terkait dengan penahanan itu, dokter-dokter di Riau bereaksi. Mereka datang ke Kejari Pekanbaru untuk mendesak agar dilakukan penangguhan penahanan terhadap tiga rekannya.

Adapun pihak yang mengajukan penangguhan penahanan itu adalah dari RSUD Arifin Achmad dan sejumlah organisasi profesi kedokteran yang berada di bawah naungan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Riau.

Atas permohonan itu, Kejari Pekanbaru kemudian melakukan koordinasi dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau untuk meminta petunjuk.

Hasilnya, Korps Adhyaksa yang dikomandoi Suripto Irianto SH MH itu tetap keukeuh melakukan penahanan.

"Kami tidak bisa mengabulkan permohonan penang guhan penahanan," ujar Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Pekanbaru, Ahmad Fuady SH.

Meksi tidak memaparkan alasan penolakan tersebut, namun pria yang akrab disapa Fuad ini mengatakan, pihaknya akan segera melimpahkan berkas para tersangka ke pengadilan. Ini dilakukan untuk percepatan penanganan perkara.

"Kami akan segera melimpahkan perkaranya ke pengadilan agar segera mendapatkan kepastian hukum," sebut mantan Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Batam itu.

Pelimpahan berkas itu, lanjut Fuad, akan dilakukan dalam minggu ini. "Dakwaannya sudah selesai. Tinggal penyempurnaan saja," jelas Ahmad Fuady. =MX10



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook