Sekko Dumai dan Dirut PT MRC Ditahan KPK

Rabu, 05 Desember 2018 - 22:15 WIB   [673 Klik]
Reporter : Fanny Rizano
Redaktur : Oce E Satria

Sekko Dumai dan Dirut PT MRC Ditahan KPK


KORANMX.COM, Pekanbaru -- Sekretaris Kota Dumai, Muhammad Nasir ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (5/12/2018) malam. Penahanan mantan Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bengkalis itu, terkait dugaan korupsi proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih tahun 2013-2015.

Terkait hal ini, dibenarkan oleh Juru Bicara (Jubir) KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi koranmx.com, Rabu malam.

"Iya, ditahan 20 hari pertama di Rutan (rumah tahanan) Guntur," ucapnya via chat WhatsApp.

Tidak hanya Muhammad Nasir, lembaga antirasuah itu juga melakukan penahanan terhadap Direktur Utama PT Mawatindo Road Construction (MRC) selaku rekanan proyek, Hobby Siregar.

"HS (Hobby Siregar) juga ditahan. HS dititipkan di Rutan Salemba," ujarnya.

Proyek Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih ini, merupakan proyek peningkatan jalan sepanjang 51 kilometer dan lebar 6 meter. Dianggarkan dengan total dana yang bersumber dari APBD 2013-2015 sebesar Rp494 miliar.

Di Dumai KPK menggeledah rumah saksi, yaitu Hermanto sebagai subkontraktor, dan penyegelan ruangan di rumah dinas Sekda Dumai. Lalu, di Pulau Rupat digeledah Kantor PT MRC dan rumah atau kantor saksi Hasyim sebagai subkontraktor.

Dari keseluruhan penggeledahan yang dilakukan, KPK menyita sejumlah dokumen, barang bukti elektronik seperti handphone dan harddisk dan dua sepeda motor dari PT MRC.

Masih dalam penyidikan perkara itu, KPK juga mengajukan surat cegah tangkal (cekal) ke pihak Imigrasi terhadap Muhammad Nasir untuk berpergian ke luar negeri.

Akibat pencekalan ini pula Muhammad Nasir gagal berangkat ibadah haji pada tahun 2017 lalu. KPK juga telah mengajukan permohonan perpanjangan cekal untuk 6 bulan ke depan terhadap tersangka.

Hal ini dilakukan karena masa pencekalan yang pertama telah berakhir bulan ini. Upaya cekal dilakukan guna mempermudah proses penyidikan perkara.

Terkait dua tersangka, mereka diduga secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dalam proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih sepanjang 51 kilometer dan lebar 6 meter.

Akibat perbuatan kedua tersangka, keuangan negara ditaksir menderita kerugian hingga Rp80 miliar dari anggaran yang disebut menelan sekitar Rp495 miliar.

Keduanya disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) Un dang-Undang (UU) Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook