Keluarga dan Masyarakat Menerima

Kapolsek GAS Klarifikasi Kematian Erizun yang Diduga Bunuh Diri

Kamis, 06 Desember 2018 - 16:32 WIB   [54 Klik]
Reporter : Prasuyitno
Redaktur : Oce E Satria

Kapolsek GAS Klarifikasi Kematian Erizun yang Diduga Bunuh Diri

Kapolsek GAS Iptu Agus Susanto saat mengundang warga untuk klarifikasi kematian Erizun. [Foto: Yetno/MX]

KORANMX.COM, Inhil --Setelah sekian lama menjadi pertanyaan masyarakat atas kematian Erizun yang diduga menjadi korban pembunuhan, akhirnya direspon Kapolsek Gaung Anak Serka (GAS) Iptu Agus Susanto. Ia mengundang semua tokoh masyarakat dan pihak dari keluarga korban di Aula Mapolsek GAS,  Rabu (5/12/2018) siang.

Hal itu untuk mengklarifikasi Laporan Hasil Penyelidikan (LHP) dari pihak kepolisian terhadap kematian Erizun.

"Ya kami mengundang tokoh-tokoh dan pihak keluarga korban,  di situ kami menerangkan hasil LHP dari pihak berwajib, "kata mantan Kapolsek KSKP Tembilahan ini.

Agus juga menjelaskan kepada pihak keluarga bahwa kematian Erizun bukan karena dianiaya melainkan bunuh diri.

"Dari penyelidikan menjelaskan korban memang bunuh diri dengan cara gantung diri,  kalau pihak keluarga ada bukti baru sila laporkan ke kita dan akan kita proses lagi," kata Iptu Agus.

Kapolsek pun berharap setelah dijelaskannya kepada masyarakat dan keluarga korban, diharapkan tidak ada lagi jarak antara keluarga korban, masyarakat dan pihak Polsek GAS.

"Kedepannya kita bersama-sama antara pihak Polsek GAS dan masyarakat bersinergi menjaga Kamtibmas di Kecamatan GAS," harapnya.

Bukan itu saja,  personil yang terlibat perkelahian dengan Erizun beberapa hari sebelum Erizun ditemukan meninggal juga sudah diberikan tindak disiplin.

"Anggota kita ada yang di mutasi ada yang non-job,  itu menunda kenaikan pangkat juga. Semoga kemarin itu kejadian terakhir di wilayah kita," tutup Kapolsek.

Usai mendengar penjelasan dari Kapolsek,  pihak keluarga pun menerima dengan baik pernyataan tersebut.

"Sudah jelas akar permasalahan yang telah disampaikan oleh Kapolsek. Kami juga berharap permasalahan ini jangan sampai terulang kembali," ucap salah satu keluarga Erizun.

Diberitakan sebelumnya,   Erizun ditemukan tewas dengan tubuh tergantung di perkebunan kelapa, Sabtu (20/10/2018) lalu.

Beberapa hari sebelum ditemukan tewas, Erizun sempat terlibat perkelahian dengan beberapa orang personil Polsek GAS. Saat itu Erizun membuat kegaduhan dengan cara menenteng nentengkan senjata tajam.

Periatiwa tersebut oleh masyarakat dikaitkan dengan kematian Erizun. Namun setelah  pernyataan Kapolsek  masyarakat pun baru memahami.

Pertemuan itu dihadiri  Camat GAS,  Danramil,  Lurah,  Toga,  Tomas,  Toda dan masyarakat lainnya.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook