Distributor Hentikan Suplai RSUD Rohul terpaksa Beli Obat ke Apotik

Kamis, 03 Januari 2019 - 05:26 WIB   [166 Klik]
Reporter : Amin Syukri
Redaktur : Oce E Satria

Distributor Hentikan Suplai RSUD Rohul terpaksa Beli Obat ke Apotik


KORANMX.COM, ROKANHULU—Kondisi defisitnya keuangan daerah berimbas terhadap pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Dimana, Pemkab Rohul terpaksa melakukan tunda bayar terhadap pembayaran utang obat dan Bahan Habis Pakai (BHP) RSUD tahun 2018 sebesar Rp1,2 miliar kepada distributor obat.

Direktur RSUD Rohul dr Novil Raykel yang dikonfirmasi terkait persoalan ini, membenarkan  hal tersebut. Menurutnya, dari Rp3 miliar anggaran pembelian obat RSUD yang dianggarkan dalam APBD Rohul 2018, saat ini baru terealisasi Rp1,8 miliar.

Selain itu,  kata Novil, akibat terjadinya tunda bayar ini, sebagian distributor obat rekanan RSUD, telah menghentikan sementara  waktu suplai obat dan BHP ke RSUD, sehingga menyebabkan persediaan obat dan BHP RSUD Rohul saat ini menipis.

Untuk memastikan pelayanan RSUD tetap berjalan, RSUD Rohul terpaksa mengambil sejumlah kebijakan. Salah satunya, membuka utang baru pada distributor yang masih bersedia memberi kelonggaran pembayaran utang kepada RSUD.

Selain itu, pihak RSUD juga terpaksa berutang kepada sejumlah apotik di sekitar Pasir Pengaraian, meski harga obat-obatan di apotik tersebut dijual di atas harga obat dalam E-katalog.

"Kita juga terpaksa meminjam jasa medis bulan Juli untuk dibelikan obat dengan sistem tunai dengan persetujuan komite medik sebagai bentuk kepedulian terhadap mutu pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya, Kamis (3/1).

Meski persediaan stock obat  mulai terbatas, Novil memastikan obat formularium pasien BPJS, tetap menjadi tanggung jawab RSUD Rohul. Jika persediaan obat-obatan formularium BPJS habis, maka obat tersebut akan dibeli apoteker RSUD di luar rumah sakit dan tidak dibeli oleh pasien.

“Kita jamin meski stok obat kita saat ini terbatas, khusus obat-obat formularium BPJS, tetap menjadi tanggung jawab RSUD, kecuali obat di luar formularium BPJS, tetap dibeli sendiri oleh pasien,” terangnya.

Novil mengakui, agar persoalan menipisnya persediaan obat di RSUD cepat teratasi, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah , penyelesaian pembayaran tunda bayar obat 2018 di RSUD.

“Dari hasil koordinasi yang kita lakukan, pemerintah berjanji, pembayaran tunda bayar obat di RSUD, paling lambat dibayarkan pada bulan Februari 2018 mendatang,” ucapnya.

Persoalan utang obat di RSUD Rohul ini, bukan baru kali ini terjadi. Bahkan pada tahun 2017, hutang obat RSUD Rohul  pernah menembus Rp5,3 miliar. Meskipun RSUD berhasil melunasi hutang tersebut melalui dana BLUD di akhir tahun 2018 lalu.  lagi-lagi, RSUD Rohul terjerat hutang obat di awal tahun 2019.

Sebelumnya, berdasarkan catatan Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Rohul, APBD Rohul 2018 mengalami defisit sekitar Rp80 miliar.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook