Kampar Nomor 3 Terbesar Peredaran Narkoba

Kapolres Kampar Terimakasih Pada Dandim 0313/KPR Bantu Tangkap Pengedar Narkoba

Jumat, 04 Januari 2019 - 11:35 WIB   [516 Klik]
Reporter : Aulia MH
Redaktur : Oce E Satria

Kapolres Kampar Terimakasih Pada Dandim 0313/KPR Bantu Tangkap Pengedar Narkoba

Kapolres Kampar AKBP Andri Ananta Yudhistira

KORANMX.COM, BANGKINANG - Kapolres Kampar AKBP Andri Ananta Yudhistira, menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih setinggi-tingginya kepada Dandim 0313/KPR Letkol Inf Aidil Amin Hasan SIP, MIPOL dan jajarannya yang telah membantu Polri ikut memberantas peredaran narkoba di Kabupaten Kampar.

"Dalam bulan lalu dan berapa hari ini TNI, telah membantu menangkap pelaku dan bandar narkoba. Karena itu saya perlu memberikan penghormatan dan ucapan terimakasih," ungkap perwira yang pernah menjabat Kasubbag Monev Bagdamkeman Romisinter Divisi Hubungan Internasional Mabes Polri ini kepada koranmx.com, Jumat (4/1/2018).

Polres Kampar, ucap AKBP Andri, akan membuat langkah baru dalam pecegahan narkoba yang ada di tengah masyarakat Kampar.

Karena berdasarkan data dari Polda Riau, Kabupaten Kampar dinilai sebagai wilayah nomor 3 tertinggi kasus narkoba di Riau. Tercatat ada 223 kasus narkoba diungkap kepolisian.

 Lulusan Akpol 2000 ini mengatakan akan memberikan reward kepada anggota TNI yang telah membantu menangkap pelaku narkoba di Kampar.

"Pengabdian mereka untuk negara harus saya hargai. Meski itu tidaklah cukup dengan penghargaan," ucapnya.

Langkah lain untuk menghambat laju peredaran narkoba yang semakin massif di Kampar, ia akan meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar, perlu juga bersinergi dalam memberantas narkoba. Termasuk Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kampar.

"Jadi tidak cukup TNI dan Polri yang ikut memeranginya. Pihak pemerintah juga harus turut andil mencegahnya," terang mantan Kapolsek Tambun Bekasi dan Kapolsek Pademangan Jakarta Utara ini.

Termasuk juga, katanya,  meminta peran seluruh kepala desa yang ada di Kabupaten Kampar beserta tokoh masyarakat agar turut serta memberikan edukasi tentang bahaya narkoba.

"Karena selaku pemilik wilayah perlu tanggungjawab juga untuk masyarakatnya dan bukan aparat hukum saja," jelas suami Tengku Fiola kelahiran 1979 ini.

Di sisi lain ia berharap pihak sekolah juga harus memperhatikan muridnya dan memberikan arti penting agar pelajar jangan pernah mencoba narkoba. Jadi dari mulai SD, SMP dan SMA, bahaya narkoba harus sudah diberitahukan kepada generasi bangsa. Karena ini pencegahan dini bagi mereka.

"Makanya saya berharap sinergi semuanya dalam hal pemberantasan narkoba," tegasnya. ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook