Ferdinand: Award Kebohongan PSI Akan Kami Jadikan Barang Bukti Pidana

Sabtu, 05 Januari 2019 - 09:17 WIB   [134 Klik]
Redaktur : Oce E Satria

Ferdinand: Award Kebohongan PSI Akan Kami Jadikan Barang Bukti Pidana


KORANMX.COM, JAKARTA - Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat berang atas pemberian award Kebohongan oleh Partai Solidaritas Indonesia PSI. Kebohongan Award Awal Tahun 2019 diberikan PSI untuk Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, dan Andi Arief.

"Award ini akan kami jadikan barang bukti lampiran ke polisi karena ini pidana. Menuduh orang dalam sertifikat itu sebagai pembohong padahal belum ada keputusan pengadilan yang incracht," sebut Ferdinand melalui akun pribadinya di Twitter.

Menurut Ferdinand, semestinya PSI tdk melakukan hal-hal yang tidak patut dan menabrak fatsun politik, menabrak adab politik dan menabrak aturan.

"Jika mau memberikan award kebohongan, cobalah periksa janji kampanye pak Presiden 2014 lalu. Itu alat ukurnya sudah ada. PSI juga tidak punya kapasitas memberi award seperti ini. Sistem penilaian juga tidak jelas. Maka ini praktis pidana," tegasnya.

Sejumlah masyarakat pun menanggapi aksi PSI yang dikomandoi mantan host berita Grace Natalie itu.
Imran, salah seorang netizen mengatakan, baru ada kali ini partai buat penghargaan yang melecehkan.

"Ini partai pondasinya pake apaan sih? Untuk menghormati sesama partai yang senior saja tidak mampu, gmana partai no.11 mau dilirik pemilih. Sulit," kata Imran.

Keprihatinan juga disampaikan netizen lain, Zaitun. Ia menilai PSI tidak santun.

"Wah,  dunia politik kok dijadikan dunia canda. PSI bukan saja terlalu dini bermain di dunia politik, tapi juga terlalu ambisius untuk  terkenal. Pakailah cara yang cerdas,  santun dan beradab," ungkapnya.

Namun Ketua DPP PSI,  Tsamara Amany beralasan dengan pemberian award kebohongan tersebut. PSI membuat sebuah award kebohongan karena di awal tahun baru sudah terjadi tsunami kebohongan

Ia menyitir contoh kasus cuitan Andi Arief soal isu adanya 7 kontainer berisi surat suara tercoblos.

"Timses BPN terhalusinasi kepada Andi Arief menyebarkan 7 kontainer surat suara sudah tercoblos. KPU sudah cek ternyata tidak benar dan sudah dilaporkan. Pak Andi seharusnya membuktikan dan tidak mau, ternyata ini cuma halusinasi," kata Tsamara dalam jumpa pers di Basecamp DPP PSI, Jalan Wahid Hasyim No 194, Jakarta Pusat, Jumat lalu.

Seperti diberitakan sebelumnya, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memberikan Kebohongan Award Awal Tahun 2019 kepada Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, dan Andi Arief. Ketiga nama itu dituduh PSI sudah membuat kebohongan pada awal tahun 2019. ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook