Penyelewengan Pokir Ketua DPRD

”Dari Penyelidikan Awal, Memang Ada Kesalahan”

Senin, 07 Januari 2019 - 16:22 WIB   [122 Klik]

”Dari Penyelidikan Awal,  Memang Ada Kesalahan”


MERANTI--Sempat terhenti, penyelidikan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan alat labor salah satu sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kepulauan Meranti kembali dilanjutkan. Ini terkait pernyataan inspektorat yang mengaku tidak merima surat dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Meranti.

‘’Tidak ada terima surat dari Kejari (Meranti),’’ kata Kepala Inspektorat Kabupaten Kepulauan Meranti Suhendri saat dihubungi Pekanbaru MX melalui telepon selulernya, Senin (7/1) siang.

Ketika ditanya lebih jauh terkait pemeriksaan internal mengenai dugaan penyelewengan proyek yang diduga menggunakan anggaran Pokok Pikiran (Pokir) Ketua DPRD Kepulauan Meranti itu, Suhendri enggan berkomentar.  Alasannya, tak bisa menjelaskannya via telepon.

"Gini sajalah, tak etis ngomongnya di telepon gini. Ketemu sajalah," tuturnya singkat.

Terpisah, Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Meranti M Robby Prasetia SH saat dikonfirmasi Pekanbaru MX, tidak mempersalahkan pernyataan Kepala Inspektorat Meranti tersebut. Pernyataan itu ditanggapinya dengan santai.

‘’Tidak masalah itu. Kita tunggu saja nanti," ucapnya melalui sambungan telepon.

Lebih jauh diterangkannya, penyelidikan dugaan penyelewengan Pokir itu merupakan laporan dari masyarakat sehingga ditindaklanjuti oleh pihaknya.

"Inikan laporan masyarakat, ya harus ditindaklanjuti. Kami juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi kok. Dari penyelidikan awal, memang ada kesalahan," terangnya.

Meskipun begitu, tegas Rooby, pihaknya tetap pada jalurnya. Dimana, penyelidikan dugaan penyelewengan ini pihaknya menunggu hasil laporan dari Inspektorat Kabupaten Kepulauan Meranti.

"Ya kita tunggu saja. Yang jelas, ini ada kesalahan," tambahnya.

Terkait permasalahan ini, Ketua DPRD Kepulauan Meranti Fauzi Hasan belum bisa dikonfirmasi.

Beberapa kali dihubungi via telepon seluler dan WhatsApp, tak kunjung dijawab. Begitu juga dengan pesan yang dikirim.

Diketahui, sebelum ditangani pihak Inspektorat, Kejari Kepulauan Meranti terlebih dulu telah menangani kasus tersebut.

Bahkan, tim Pidsus telah memanggil dan memeriksa pihak-pihak terkait sebagai saksi. Mulai dari rekanan, PPTK, KPA dan PA.

Namun, penyelidikan pihak Kejari sempat terhenti. Katanya  sedang menunggu hasil pemeriksaan dari pihak Inspektorat Kepulauan Meranti. =MX10



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook