Gelar Aksi Demo di Kantor Diskes Inhil

Diduga Salah Beri Obat, Massa Tuntut Petugas Dipecat

Senin, 07 Januari 2019 - 16:26 WIB   [58 Klik]

 Diduga Salah Beri Obat, Massa Tuntut Petugas Dipecat

Puluhan mahasiswa diterima oleh Kadiskes Inhil Zainal Arifin di Aula Dinas Kesehatan Inhil saat menggelar aksi demo.

INHIL--Puluhan massa dari gabungan gerakan GMNI, HMI dan PMNI Cabang Inhil demo di Kantor Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil, Senin (7/1) siang. Ini terkait salah satu tenaga medis UPT Puskesmas diduga lalai dalam menajalankan tugas.

Koordinator Satria dalam aksinya mengatakan, salah seorang tenaga medis di UPT Puskesmas di Inhil salah memberi obat kepada pasien. Sehingga mereka menuntut agar diberhentikan atau dipecat.

“Kami mempersoalkan kecacatan prosedural, mengapa tenaga medis bisa salah memberikan obat. Ini suatu hal yang sangat fatal dan bisa berujung kematian,’’ kata salah seorang aksi yang berada di barisan.

Para demonstran juga mempertanyakan akreditasi UPT Puskesmas di Inhil. ‘’Padahal tenaga medis yang salah memberikan obat itu bekerja di UPT Puskesmas terbaik di Inhil,’’ ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Inhil Zainal Arifin yang saat itu berada di tempat langsung mengajak mahasiswa ke salah satu ruangan untuk berdiskusi. Ia menyatakan, pihaknya terus berupaya memperbaiki mutu pelayanan dan melakukan pembenahan.

“Ini dibuktikan dari 27 Puskesmas yang ada di Kabupaten Inhil, 20 Puskesmas di antaranya sudah terakreditasi,” terangnya.

Dengan telah terakreditasinya Puskesmas tersebut, Kadiskes berharap Puskesmas dapat terus berupaya memperbaiki dan meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Terlebih, lanjut Kadiskes, dua misi Diskes saat ini adalah ketika masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan, ada 24 jam dan ketika masyarakat sakit, tidak memikirkan biaya berobat karena sudah ada asuransi kesehatan.

“Apa yang disampaikan adik-adik mahasiswa ini akan menjadi bahan evaluasi dan momentum bagi kami untuk perbaikan ke depan,” imbuhnya.

Di hadapan Kepala Dinas Zainal Arifin,  koordinator aksi membacakan tiga tuntutan mereka. Di antaranya, tenaga kerja kesehatan yang tidak profesional harus dipecat.

Lalu mereka meminta memperbaiki layanan rakyat. Terakhir, pemerintah daerah (Pemda) mengontrol seluruh UPT Pukesmas ke kecamatan se-Inhil.

Jika tuntutan itu tidak dilaksanakan dalam 15 hari, kata massa, mereka akan menempuh jalur hukum.

Ini dikuatkan dengan tandatangan Kadiskes Inhil Zainal Arifin dan perwakilan mahasiswa.

Usai di Dinas Kesehatan Inhil,  massa melanjutkan aksi ke BPJS Cabang Inhil untuk mengajak hearing ke DPRD Inhil.

Lalu, secara bersama-sama mereka menuju gedung DPRD Inhil. Hingga pukul 14.00 WIB, heraing masih berlangsung di Aula DPRD Inhil. ***

 



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook