Pengadilan Terima Berkas 5 Tersangka Korupsi Drainase

Selasa, 08 Januari 2019 - 15:09 WIB   [65 Klik]

Pengadilan Terima Berkas 5 Tersangka Korupsi Drainase


PEKANBARU—Pengadilan Negeri Pekanbaru menerima berkas dakwaan 5 tersangka dugaan korupsi pembangunan Drainase Paket A dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Pekanbaru.

Kelima calon terdakwa dalam berkas tersebut adalah Sabar Jasman, selaku Direktur Sabarjaya Karyatama yang mengerjakan proyek, Ichwan Sunardi selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Iwa Setiady selaku Konsultan Pengawas dari CV Siak Pratama Engineering, dan Windra Saputra selaku Ketua Pokja.

Terakhir, Rio Amdi Parsaulian selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).

“Benar sudah kami terima berkasnya (dakwaan ke 5 tersangka yang disusun JPU),” ucap Panitera Muda (Panmud) Tipikor Pengadilan Negeri Pekanbaru Denni Sembiring SH saat dikonfirmasi Pekanbaru MX, Selasa (8/1).

Lebih lanjut diterangkannya, saat ini Ketua Pengadilan Negeri Pekanbaru Bambang Myanto SH MH, tengah mempersiapkan majelis hakim yang nantinya akan mengadili ke 5 tersangka di persidangan.

“Berkasnya sudah di meja Ketua, untuk penunjukan majelis hakim yang nantinya mengadili para tersangka. Kalau sudah ditunjuk (majelis hakim), baru penetapan jadwal sidang yang ditentukan oleh majelis hakim yang ditunjuk,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pekanbaru Yuriza Antoni SH saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah melimpahkan berkas dakwaan ke 5 tersangka itu ke pengadilan. Pihaknya dalam perkara ini, tegaskannya, telah siap untuk membuktikan perbuatan ke 5 tersangka tersebut dalam persidangan.

“Iya sudah kami limpahkan, Senin (7/1) kemarin. Pastinya kami siap untuk membuktikan perbuatan ke 5 tersangka di persidangan. Tim JPU ada 10 orang, termasuk saya,” tegasnya.

Untuk diketahui, Sabar bersama empat pesakitan lainnya ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan gelar perkara atau ekspos yang dilakukan pada Selasa (9/10) lalu.

Hasil ekspos itu menjelaskan bahwa terdapat cukup alat bukti untuk menentukan tersangka.

Mereka merupakan pihak yang bertanggungjawab dalam penyimpangan proyek yang dikerjakan pada tahun 2016 lalu itu.

Kini, kelima tersangka telah dilakukan tindakan penahanan dan dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Sialang Bungkuk, Tenayan Raya.

Sebelumnya, sebanyak puluhan saksi telah dipanggil guna menjalani pemeriksaan. Mereka terdiri dari sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pihak rekanan.

Selain memeriksa saksi fakta, penyidik juga telah menurunkan ahli untuk mengecek fisik proyek pada akhir Juni 2018 lalu. Proses cek fisik tersebut dilakukan tim ahli dibantu tenaga dan alat-alat dari Pidsus Kejari Pekanbaru.

Dugaan rasuah itu terjadi pada tahun 2016 lalu. Saat itu, Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Sumber Daya Air Provinsi Riau melakukan pembangunan drainase di Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru Paket A.

Gorong-gorong itu dibangun di sepanjang jalan dari simpang Jalan Riau hingga simpang Mal SKA Pekanbaru. Adapun pagu paket sebesar Rp14.314.000.000 yang bersumber dari APBD Riau tahun 2016.

Pekerjaan itu berdasarkan surat perjanjian kontrak tanggal 21 September 2016 dengan nilai kontrak seluruhnya sebesar Rp11.450.609.000 yang dilaksanakan oleh PT Sabarjaya Karyatama. Terhadap pekerjaan tersebut rekanan telah menerima pembayaran 100 persen.

Namun dalam pelaksanaannya terdapat beberapa pekerjaannya yang tidak sesuai dengan kontrak yang mengakibatkan timbulnya kerugian keuangan negara sebesar Rp2.523.979.195. Angka itu berdasarkan hasil perhitungan audit BPKP Provinsi Riau tanggal 18 September 2018.

Terkait angka kerugian negara itu, penyidik belum ada menerima pengembalian kerugian negara dari para tersangka. =MX10



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook