Siapkan mentor keilmuan Islamiyah

Hijrah Pola Hidup Sehat Ala Rasulullah di BC HNI 5

Rabu, 09 Januari 2019 - 12:59 WIB   [202 Klik]
Redaktur : Raja Mirza

Hijrah Pola Hidup Sehat Ala Rasulullah di BC HNI 5

Ustad Abu Sulaiman berfoto di kantor BC HNI Pekanbaru 5 miliknya

 

KORANMX.COM, PEKANBARU - Bagi anda yang ingin hijrah ke produk makanan ala Rasulullah ada baiknya mengunjungi kantor BC Halal Network Internasional (HNI) Pekanbaru Lima, di Jalan Rambutan, depan kantor PTPN V Pekanbaru. 

Konsultan BC HNI Pekanbaru 5, Ustad Abu Sulaiman Abdul Malik saat ditemui koranmx.com mengatakan HNI merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang dakwah hijrah produk makanan dengan motto "Halal is my way".

"Jadi konsumen dikenalkan via HNI bagaimana pola hidup sehat yang basic nya Allah dan Rasulullah. Jadi Rasul itu menyarankan makanan yang halalan toyyiban, halal dan baik, " ucapnya saat ditemui koranmx.com, Selasa (8/1/2019). 

Menurutnya makanan halal belum tentu baik untuk kesehatan. Dia mencontohkan seperti mie, adalah makanan halal tapi tidak baik bagi kesehatan. "Mie halal tapi tidak toyib, " ucapnya. 

Umat Islam itu lanjut dia sudah pasti mencintai Rasulullah dengan cara bersalawat. Namun tidak banyak yang tahu bahwa Rasulullah juga mengajarkan pola hidup sehat salah satunya melalui pola makan. "Misalnya, Rasulullah itu selalu minum madu saat bangun tidur, " ucapnya mencontohkan. 

Oleh karena itu, HNI selain menyediakan sarana kesehatan berupa produk makanan juga menyiapkan konsultasi dan sarana belajar. "Jadi yang senior akan mengajarkan yang junior. Apa yang diajarkan?, yakni keilmuan kesehatan Islamiyah, bagaimana hidup sehat ala Rasulullah, kalau ada anggota keluarga yang sakit bagaimana cara terapi pengobatannya," sebutnya. 

"Jadi setiap rumah tangga muslim itu ada satu dokter, sesuai dengan target kita satu rumah satu dokter, " sambungnya. 

Lanjut Abu, di gerai HNI miliknya tersedia sebanyak 80 produk obat dan makanan sebagai sarana ikhtiar dalam melakukan pola hidup sehat ala Rasulullah. "Obat hanya sarana ikhtiar kita menuju sehat, yang terpenting adalah keilmuan kita tentang pola hidup sehat, apa dan bagaimana pola hidup sehat yang dilakukan Rasulullah," terangnya. 

Dia juga mencontohkan, madu ada banyak jenis, ada madu premium, madu pahit, madu multi flora dan lainnya. Penggunaan juga tergantung pada kebutuhan. Misalnya, madu multi flora yang berasal dari hutan tropis Indonesia memiliki enzim yang tinggi dan cocok untuk yang bermasalah pada lambung. "Madu pahit cocok untuk penderita diabetes, " ucapnya. 

Selain itu di HNI juga menyediakan sari kurma Arab dengan kualitas terbaik dunia. Karena kata dia di Indonesia belum bisa memenuhi kebutuhan sari kurma tersebut. Bahkan demi menjaga kualitas pihaknya mengaku selalu menunggu produksi kurma Arab. "Kita tetap mengambil sari kurma Arab, kalau belum panen kita tunggu karena kita harus berkompetisi dengan berbagai negara lainnya di dunia yang juga mengambil bahan kurma di tempat yang sama, " akunya. 

Diakhir bincangnya, pria yang karib disapa Ustad Abu ini menambahkan di HNI selain menyediakan produk juga menyiapkan mentor sebagai tempat konsultasi dan belajar bagi para konsumen. "Yang utama adalah keilmuannya sementara produk hanya sarana ikhtiar kita, " pungkasnya. (*) 

 

 

 

 



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook