Hakim Tolak Eksepsi Mantan Kadishub Rohul

Rabu, 09 Januari 2019 - 16:32 WIB   [88 Klik]

Hakim Tolak Eksepsi Mantan Kadishub Rohul


PEKANBARU--Majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, menolak seluruh isi bantahan terhadap dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), atau eksepsi yang dibuat oleh mantan Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Roy Roberto dan mantan bendaharanya Oktavia Yuliwanti.

Majelis hakim berpendapat, jika dakwaan yang dibuat oleh JPU, telah memenuhi unsur pokok materi isi dakwaan. Atas hal itu, Eksepsi yang diajukan Roy dan Oktavia, ditolak. Sehingga, majelis hakim memerintahkan JPU untuk menghadirkan saksi dan bukti kepersidangan selanjutnya.

Demikian dikatakan Hakim Ketua, Dahlia Panjaitan SH dalam sidang lanjutan yang beragendakan putusan sela, Selasa (8/1).

“Eksepsi kedua terdakwa (Roy dan Oktavia) tidak dapat diterima. Memerintahkan JPU untuk menghadirkan saksi dan barang bukti pada persidangan selanjutnya,” terang hakim ketua.

Mendengar putusan sela majelis hakim itu, JPU Sugandi SH selanjutnya akan menyiapkan saksi-saksi dan barang bukti yang akan ditunjukan ke majelis hakim pada persidangan berikutnya. Roy dan Oktavia pun kembali dibawa ke Rutan Sialang Bungkuk untuk menjalani masa penahanan.

Untuk diketahui, Roy dan Oktavia menjadi pesakitan dalam perkara dugaan korupsi dana Penerangan Jalan Umum (PJU) di Dishub Rohul.

Perbuatan kedua terdakwa ini terjadi tahun 2017 lalu. Dimana Roy Roberto menyalahgunakan dana anggaran tagihan Penerangan Jalan Umum (PJU) yang tidak dibayarkan ke PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Dana tagihan yang seharusnya dibayarkan ke pihak PLN, malah dipergunakan terdakwa untuk membayar pelunasan hutang pengadaan baju Linmas di Satpol PP Rohul, untuk keperluan Pilkada Rohul tahun 2015.

Tahun 2017 itu, Dishub Rohul menggunakan anggarkan dana sekira Rp1,4 miliar untuk membayar tagihan PJU untuk Kecamatan Rambah, Rambah Hilir, Ujung Batu dan Kecamatan Tandun, kepada pihak PLN.

Namun, sebesar Rp693 juta dipakai terdakwa Roy Roberto untuk melunasi pengadaan baju Linmas di Satpol PP ke salah satu penjahit di Kota Pekanbaru.

Sementara untuk tagihan PJU, terdakwa hanya membayarkannya sebesar Rp700 juta lebih. Perbuatan terdakwa Roy Roberto bersama terdakwa Oktavia selaku Bendahara, menyalahgunakan kewenangan dalam pengelolaan anggaran, telah menyebabkan terjadinya kerugian negara sebesar Rp693 juta.

Perbuatan kedua terdakwa dijerat Pasal 2, Pasal 3 dan Pasal 3 UU RI Nomor 20 tahun 2001, tentang perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook