Faisal Basri: Jelang Pemilu Ada Praktek Rente Gila-gilaan

Rabu, 09 Januari 2019 - 22:36 WIB   [138 Klik]

 Faisal Basri: Jelang Pemilu Ada Praktek Rente Gila-gilaan


KORANMX.COM, JAKARTA - Ekonom Faisal Basri mengkritik sikap pemerintah Jokowi yang dinilainya membiarkan praktek impor pangan gila-gilaan.

"Menjelang pemilu, tiba-tiba Indonesia menjadi pengimpor gula terbesar di Dunia. Praktek rente gila-gilaan seperti ini berkontribusi memperburuk defisit perdagangan," ungkap Faisal, Rabu (9/1/2019),

Ia menunjuk perihal harga eceran gula di Indonesia yang 2,4 hingga 3,4 kali lebih mahal dari harga gula Dunia selama Januari 2017 sampai November 2018.

"Impor gula rafinasi membanjir. Pemburu rente meraup triliunan rupiah. Mengapa semua diam?" katanya heran.

Contoh lain, sebut Faisal, impor beras Januari-November 2018 juga melonjak sangat tajam, sebanyak 2,2 juta ton. Tertinggi selama pemerintahan Indonesia.

Menurutnya, ekonomi di tangan pemerintahan Jokowi membuat Indonesia mengalami defisit yang sangat buruk.

"Sejak merdeka, defisit perdagangan hanya 7 kali. Tahun 2018 defisit perdagangan terburuk sepanjang sejarah," kata Faisal lewat akun Twitternya..

Secara sinis ia menggambarkan bagaimana kondisi ini terjadi dalam rezim Jokowi.

"Segala upaya telah dilakukan Pemerintah untuk menekan defisit perdagangan, kecuali memerangi praktek pemburuan rente dan memecat Menteri Perdagangan," cuitnya.

Kicauan Faisal direspon oleh mantan Ketua DPR DR Marzuki Alie. Ali melontarkan kekesalannya pada sikap pemerintah yang tak mau mendengar kritikan.

"Pak Faisal, apapun yang disampaikan, sudah pada buta tuli, bisu. itu kata KMA (Kyai Ma'aruf Amin) karena tidak mau melihat dan mendengarkan. Jagung impor, padahal rakyat berhenti tanam jagung karena harga hancur, begitu rakyat berhenti, alasan impor lagi," cakapnya. ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook