Serobot Kawasan TNTN

Jaksa Tuntut Warga India 4 Tahun Penjara

Kamis, 10 Januari 2019 - 15:58 WIB   [15 Klik]

Jaksa Tuntut Warga India 4 Tahun Penjara


PELALAWAN--Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Pelalawan Marthalius SH menuntut 4 tahun penjara terhadap terdakwa Suhdev Singh (69) warga keturunan India dalam perkara penyerobotan HPT kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).

Selain terdakwa dituntut 4 tahun penjara, juga denda sebesar Rp1,5 miliar subsider 6 bulan kurungan. Hal itu karena terdakwa terbukti melanggar pasal 92 ayat 1 huruf a junto pasal 17 ayat 2 huruf b UU Nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan.

Sidang ini dipimpin langsung Ketua Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan Nelson Angkat SH MH didampingi dua hakim anggota Nur Rahmi SH dan R Hidayat Batubara SH MH, pada persidangan, Selasa (8/1) sore lalu.

Terdakwa Suhdev Singh yang merupakan pengusaha asal Medan, Sumatera Utara (Sumut) itu dituntut tanpa didampingi penasehat hukumnya.

Terdakwa diketahui telah menggarap dan mengelola HPT TNTN seluas 145 hektar di Simpang Baserah, Km 80, Dusun III, Tasik Indah, Desa Segati, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan.

Dalam fakta persidangan sebelumnya diketahui bahwa terdakwa Suhdev Singh yang menjadi tahanan kota, hanya sebagai pekerja dan digaji Rp7 juta perbulan.

Sementara pemilik lahan adalah Dr Jagir Singh, Ranjor Singh, Marjit Singh. Mereka ini sebelumnya sempat dihadirkan sebagai saksi dan lepas dari jeratan hukum.

Menariknya, ketiga pemilik membeli lahan dari Koperasi Segati Jaya atas nama Rio Chandra Pakpapan di hadapan Notaris Oyong Tarulin SH membuat Akta No 11 tahun 2011.

Sedangkan Ketua Koperasi tersebut adalah Datuk Antan yang memiliki tanah ulayat  war making.

Terungkap juga ada oknum pegawai Dinas Kehutanan ikut dalam Koperasi Segati Jaya dan menjual lahan yang dibeli oleh  pengusaha keturunan India tersebut.

Tragisnya, bukan saja ketiga pemilik kebun tak tersentuh oleh hukum, tapi juga yang menjual lahan yang masuk HPT TNTN tersebut juga tidak tersentuh hukum.

‘’Kenapa kami yang dihukum sebagai pekerja dan makan gaji. Sedangkan ada orang lain yang jelas-jelas terlibat tak diproses (pemilik dan penjual-red),’’ ucap terdakwa ketika diminta tanggapan usai dituntut Jaksa.

Kemudian, sidang ditunda pekan depan, dan terdakwa Sudhev Singh dapat melangkah bebas keluar dari ruang sidang PN Pelalawan dan pulang ke rumah, karena statusnya sebagai tahan kota.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook