Sakit Hati Diputusin, Molotov Rumah Pacar

Kamis, 10 Januari 2019 - 16:34 WIB   [94 Klik]

Sakit Hati Diputusin, Molotov Rumah Pacar

Dua tersangka molotov diamankan.

PEKANBARU—Kepolisian Sektor (Polsek) Tenayan Raya menangkap dua pemuda yang diduga terlibat aksi molotov. Hasil pemeriksaan sementara, diduga aksi tersebut berlatar belakang asmara.

“Dugaan sementara, pelaku nekat melakukan teror karena sakit hati diputusin anak korban. Motivnya asmara,’’ kata Kasubbag Humas Polresta Pekanbaru Ipda Budhia Dianda
Aksi molotov terjadi, Selasa (8/1) dinihari. Korbannya Ernawati (62), warga Tenayan Raya.

Dinihari itu, Ernawati dan cucunya Duta, terbangun dari tidur setelah mendengar suara seperti kaca pecah. Tak lama berselang, terdengar lagi suara ledakan.

Keduanya kemudian mendatangi sumber suara. Ternyata kaca jendela samping sudah pecah. Sementara gorden saat itu dalam kondisi terbakar.

‘’Korban kenal dengan pelaku. Saat itu pelaku terlihat berada di tempat kejadian perkara,” kata Budhia.

Salah satu pelaku, SF diketahui merupakan pacar anak korban bernama Anike. Kendati keberadannnya diketahui, pelaku bukan menghentikan aksinya, malah makin beringas. Dia kembali melempar molotov ke arah dinding rumah. Setelah itu barulah dia kabur.

Takut api makin membesar, korban segera melakukan pemadaman. Setelah rumahnya aman, korban kemudian membuat laporan resmi ke polisi dengan LP/11/I/2019/Riau/Polresta pku/Polsek Tenayan Taya, tanggal 8 Januari 2019. Pelapor Ernawati (62) warga Kelurahan Industri Tenayan, Kecamatan Tenayan Raya.

Berdasarkan laporan itu, penyelidikan dimulai. Tak menunggu lama, SF pun berhasil ditangkap.  

Hasil interogasi awal, pelaku mengakui perbuatannya, memecahkan kaca nako samping rumah korban dengan menggunakan kayu balok. Kemudian melemparkan bom melotov di dekat pintu depan sebanyak dua kali.

‘’Saat melakukan aksi, SF mengaku dibantu Ga. Ga ditangkap di kos Jalan Bangau, Kecamatan Tampan,’’ ungkap Budhia. =MX9



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook