Tahap dua pertama di Indonesia

BPTD Riau Kirim Dua Tersangka Odol ke Jaksa

Jumat, 11 Januari 2019 - 00:00 WIB   [1838 Klik]
Redaktur : Raja Mirza

BPTD Riau Kirim Dua Tersangka Odol ke Jaksa

Kepala BPTD Wil IV Provinsi Riau-Kepri, S Ajie Panatagama ATD MT (tengah) berfoto bersama usai melaksanakan tahap dua

 

KORANMX.COM, PEKANBARU - Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah IV Provinsi Riau-Kepri menyerahkan dua tersangka dan barang bukti (bb) truk overdimensi dan overload (odol) ke Kejaksaan Negeri Pekanbaru. Berlangsung di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan), Jalan Sialang Bungkuk, Tenayan Raya, Pekanbaru, Jumat (11/1/2019) siang. 

Kedua tersangka masing-masing berinisial IW alias AC (41) pemilik kendaraan dan EL alias AP (42) yang merupakan pemilik bengkel karoseri. 

"Hari ini kita melaksanakan tahap dua (P21) ke Kejaksaan Negeri Pekanbaru, " kata Kepala BPTD Wilayah IV Provinsi Riau - Kepri, S Ajie Panatagama ATD MT saat ditemui koranmx.com di Rupbasan, Jumat (11/1/2019). 

"Mengingat keterbatasan tempat, untuk sementara dua unit bb berupa truk dititipkan di Rupbasan," sambungnya. 

Kemudian kata Ajie kedua barang bukti merupakan hasil kegiatan penegakkan hukum (Gakkum) Odol yang dilakukan pihaknya (BPTD) beberapa waktu lalu. "Ini merupakan hasil gakkum odol yang kita lakukan, sesuai amanat UU No 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, " ucapnya. 

Lanjut Ajie, dalam pasal 277 disebutkan barang siapa melaksanakan rancang bangun tidak sesuai dengan ketentuan diancam pidana dengan kurungan satu tahun atau denda Rp 50 juta.

"Yang menjadi tersangka bukan hanya pemilik namun juga pelaku yang melaksanakan rancang bangun karoseri. Hal ini diharapkan dapat menjadi efek jera bagi para pengusaha angkutan untuk segera mentaati aturan perundangan berlaku, " ungkapnya. 

Ditambahkan Ajie, tahap dua odol di Riau merupakan pertama di Indonesia. Pihaknya berharap dengan adanya tindakan hukum dapat menjadi efek jera bagi para pelaku dan pengusaha angkutan untuk segera melakukan normalisasi kendaraannya. "Segera taati aturan, kita minta kerjasama semua pihak agar visi Pak Dirjen Hubdat yakni Indonesia Zero Odol pada tahun 2021 dapat tercapai, bahkan kita (Riau,red) menargetkan zero odol tahun ini, 2019," tegasnya. 

Sementara pihak Kejari Pekanbaru yang diwakili oleh Wilsa Yuni SH mengatakan pihaknya akan segera menyidangkan perkara ini secepatnya, paling lama dua pekan sejak tahap dua. "Kita segera menyidangkan, paling lama dua pekan sejak tahap dua, " ucapnya. 

Didampingi Jaksa Pince Puspasari SH, Wilsa mengatakan pihaknya akan menentukan siapa majelis hakim perkara ini hingga menetapkan hari sidangnya. "Kita siapkan dulu setelah itu kita tentukan hari sidangnya, " ujarnya. 

Hadir dalam kesempatan itu, Kepala BPTD wilayah IV Riau - Kepri, S Ajie Panatagama ATD MT, pihak Kejari Pekanbaru, Staf Rupbasan Pekanbaru dan pihak terkait lainnya. (*) 

 

 

 

 



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook