Disebut Penjahat, Bupati Lapor Polda

Jumat, 11 Januari 2019 - 16:53 WIB   [303 Klik]

Disebut Penjahat, Bupati Lapor Polda

Bupati Meranti saat melapor di Mapolda Riau

PEKANBARU--Postingan akun Facebook atas nama Yanti Susi membuat Bupati Kepulauan Meranti Drs Irwan Nasir MSi, berang. Didampingi penasehat hukumnya Bonny Nofriza SH MH, ia melapor ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau,  Jumat (11/1) pagi.

Kesabaran orang nomor satu di Kabupaten Kepulauan Meranti itu habis lantaran isi postingan akun Facebook Yanti Susi berupa fitnah. Bahkan, akun yang memasang foto profil Vanessa Angle tersebut menuduh Bupati Irwan sebagai (maaf) seorang penjahat kelamin.

Kalimat yang tidak senonoh itu ditulis di atas foto wajah bupati yang berpakaian dinas. Tanggal postingannya di akun Facebook Yanti Susi tercatat pada Rabu (9/1) lalu.

Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir saat mendatangi kantor Ditreskrimsus Polda Riau mengenakan baju kemeja biru. Di hahadapan awak media, ia mengaskan bahwa postingan Yanti Susi itu adalah hoaks atau bohong dan mengarah kepada pencemaran nama baiknya.

Kuasa Hukum Bupati Kepulauan Meranti, Bonny Nofriza SH MH menjelaskan, pelaporan akun Facebook Yanti Susi ke Ditreskrimsus Polda Riau, karena dinilai telah menyebarkan berita bohong dan fitnah.

Langkah ini diambil untuk memberikan peringatan dan edukasi kepada pengguna jejaring sosial, khususnya pemilik akun Facebook Yanti Susi. Sehingga tidak sembarangan memosting berita atau informasi yang tidak sesuai fakta dan realita. Terlebih dilarukan kebenarannya.

Menurutnya, media sosial digunakan sebagai sarana penyebaran kebencian dan fitnah yang dapat membentuk opini negatif. Sehingga dapat membuat keresahan, baik bersifat pribadi terhadap orang yang dituju, maupun di tengah masyarakat.

‘’Kita ingin pelanggaran hukum ini segera diproses sesuai UU yang berlaku,” ucap Bonny.

Pelaporan itu, lanjut Bonny, adalah hak dari setiap warga negara dalam mendapatkan perlindungan hukum dan rasa keadilan. Apalagi hal ini berhubungan dengan kepala daerah yang menjadi panutan masyarakat.

“Ke depan kita mengimbau kepada segenap masyarakat untuk senantiasa bijak dalam menggunakan media sosial. Apalagi menjadi sarana penyebar kebencian dan fitnah kepada pribadi maupun menimbukan keresahan di masyarakat, karena hal ini dapat dipidana,” jelas Bonny.

Terpisah, Direktur Reskrimsus Polda Riau Kombes Gidion Arif Setyawan melalui Kasubdit II AKBP John Ginting, membenarkan kedatangan Bupati Kepulauan Meranti bersama penasehat hukumnya. ''Benar ada Bupati (Irwan Nasir) membuat aduan. Mereka datang sekitar pukul 09.30 WIB tadi,'' kata AKBP John Ginting.

Kedatangan Bupati Irwan bersama penasehat hukumnya,  membawa salinan postingan pada akun Facebook tersebut. Dimana intinya 'menyerang' nama baik bupati secara personal.

Menurut John Ginting, isi postingan akun Facebook Yanti Susi itu juga menyebutkan bupati sebagai pemakai narkoba.

''Saya lupa apa isi postingannya secara detail, namun postingan itu ada foto bupati lalu ada kata-katanya,'' kata John.

Pengaduan bupati itu, kata John, sudah diproses pihaknya. ‘’Maka selanjutnya akan dilakukan penyelidikan lebih dahulu,’’ ungkapnya.

Diketahui, sesuai Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU 19/2016).

Pencemaran nama baik atau penghinaan adalah perbuatan yang dapat dipidana jika dilakukan dengan cara menuduh seseorang telah melakukan perbuatan yang tertentu yang maksud tuduhan itu akan tersiar (diketahui orang banyak). Cara penyebaran penghinaan ini berdasarkan KUHP ada secara lisan dan tulisan. =MX9/mx13



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook