Guru Kecewa

Audensi Batal, Pak Wali Kabur Keluar Kota

Jumat, 08 Maret 2019 - 16:00 WIB   [56 Klik]

Audensi Batal, Pak Wali Kabur Keluar Kota

Perwakilan guru menunggu audiensi dengan Wali Kota Pekanbaru, di ruang rapat, Jumat (8/3).

PEKANBARU—Menindaklanjuti aksi unjuk rasa penghapusan tunjangan profresi guru bersertifikasi, perwakilan guru dan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru akan menggelar audiensi pagi ini, Jumat (8/3).

Audiensi ini dijadwalkan mulai pukul 10.00 WIB. Namun hingga menjelang pukul 11.00 WIB masih belum berlangsung.

Pantauan di lokasi, beberapa perwakilan guru beserta Ketua PGRI Kota Pekanbaru Defi Warman, telah mendatangi lokasi audiensi di ruang rapat Kantor Walikota Pekanbaru Jalan Jenderal Sudirman sejak pukul 09.000 WIB.

Beberapa perwakilan guru bahkan mempertanyakan belum dimulainya audiensi dengan Pemko Pekanbaru.

Sesuai jadwal, audiensi ini nantinya akan dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru M Noer. Selain itu, turut hadir juga Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal.

Seperti yang diketahui, guru SD dan SMP di Kota Pekanbaru mempertanyakan Peraturan Walikota (Perwako) Pekanbaru Nomor 7 Tahun 2019. Dimana dalam Perwako tersebut, guru bersertifikasi tidak lagi menerima tunjangan profesi.

Hal ini bahkan membuat ratusan guru melakukan unjuk rasa di depan Kantor Walikota dan DPRD Kota Pekanbaru, Selasa (5/3) lalu.

Di sisi lain, Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru HM Noer mengajukan beberapa persyaratan sebelum audiensi dimulai.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua PGRI Kota Pekanbaru Defi Warman yang sebelumnya telah berjumpa dengan Sekdako Pekanbaru.

Seperti yang dikatakan oleh Defi Warman di depan perwakilan guru yang telah menunggu dimulainya audiensi, syarat pertama yang diajukan oleh Sekda Pekanbaru ialah meminta izin untuk memimpin audiensi.

“Kalau kita juga ingin memulai rapat hari ini, Pak Sekda meminta izin untuk memimpin rapat karena Pak Wali hari ini berangkat keluar kota,” ujarnya.

Sementara, syarat ke dua yang diajukan ialah audiensi hanya akan diikuti beberapa perwakilan. “Perwakilan saja, pengawas 4 orang perwakilan, forum guru 4 orang perwakilan, serta perwakilan PGRI sebanyak 4 orang,” jelas Defi.

Hingga menjelang waktu Shalat Jum’at tak kunjung dimulai, perwakilan guru Kota Pekanbaru akhirnya memilih meninggalkan ruang audiensi yang bertempat di Kantor Walikota Pekanbaru.

Para guru tersebut juga kecewa hingga detik ini tidak ada satupun perwakilan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru yang menjumpai mereka.

“Kami telah sepakat untuk bubar, tidak ada audiensi, kami tidak dihargai,” ujar Neneng salah seorang guru sambil berjalan keluar dari ruang audiensi.

Bahkan, para guru yang terlihat kesal meneriakkan tidak ada welcome dari Pemko Pekanbaru dan tak sesuai dengan visi-misi Walikota Pekanbaru, Firdaus.

“Katanya Smart City. Tapi untuk menemui kami saja tak mau. Jadi kita tunggu saja sampai 10 menit lagi,” sambut guru lain.

Tidak hanya itu saja, para guru juga menyayangkan Ketua PGRI Kota Pekanbaru Devi Warman yang terlihat setengah hati membela para guru terkait dengan tuntutan soal revisi Peraturan Walikota (Perwako) nomor 7 tahun 2019.

“Bapak mewakili kami atau mereka. Jangan setengah hati membela kami. Kalau pertemuan pagi ini dengan Pak Sekdako tidak ada jaminan merubah Perwako, kami pulang dan batalkan pertemuan ini. Kita akan turun kembali hari Senin dengan masa yang lebih banyak lagi,” tegasnya.

“Kami mau ketemu Sekdako kalau beliau bisa mengambil keputusan. Pulang dari sini, kami akan mengurus perizinan untuk turun aksi lagi. Sekarang kami sepakat untuk membubarkan diri,” imbuhnya.

Sementara itu, Asmardi salah satu perwakilan guru mengatakan jika dirinya seminggu lalu pernah berbincang dengan pejabat Pemko Pekanbaru yang intinya hanya ingin bertemu dengan Wali Kota Pekanbaru, Firdaus.

“Kami dari jam 9 sudah sampai di sini, tapi sampai sekarang tak ada yang mau menemui kami. Kalau hanya ditemui Sekko Pekanbaru tanpa adanya keputusan yang baik, kami akan pulang dan menggelar aksi kembali,” katanya.

Sementara itu, Ketua PGRI Kota Pekanbaru Devi Marwan mengatakan, pertemuan para guru dengan Wali Kota Pekanbaru, Firdaus, gagal digelar karena mendadak ada agenda ke Jakarta.

“Pak Wali ke Jakarta, yang ada adalah pak Sekdako Pekanbaru. Saya sebagai ketua diminta persetujuan bersama, apakah para guru mau bertemu dengan Pak Sekko? Kalau iya, Pak Sekdako hanya mau bertemu dengan 4 orang perwakilan,” katanya. =mx/rpg



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook