Penyidik Belum Mampu Lengkapi Petunjuk Jaksa

Berkas Korupsi Bansos Bolak-balik

Jumat, 08 Maret 2019 - 16:23 WIB   [38 Klik]

Berkas Korupsi Bansos Bolak-balik


PEKANBARU—Jaksa peneliti Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau masih menunggu berkas dua tersangka korupsi bantuan sosial atau dana hibah Kabupaten Bengkalis. Kasus ini ditangani penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Riau.

Berkas kedua tersangka sebelumnya sudah pernah diteliti oleh jaksa peneliti. Namun setakat ini belum juga dilengkapi penyidik.

“Berkas masih di penyidik Polda. Kita sifatnya menunggu. Kalau sudah dilimpahkan, tentunya diperiksa lagi, apakah sudah lengkap sesuai petunjuk. Kalau belum, ya kita kembalikan lagi untuk dilengkapi,” kata Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) dan Hubungan Masyarakat (Humas) Kejati Riau Muspidauan SH MH saat dikonfirmasi Pekanbaru MX, Jumat (8/3).

Dalam perkara ini, terdapat dua orang tersangka, yudhi Veryantoro dan Suhendri Asnan. Keduanya adalah Anggota DPRD Bengkalis periode 2009-2014.

Terkait dengan petunjuk yang disampaikan jaksa ke Polda, Muspidauan tidak menyebutkannya. Namun diyakini itu terkait dengan penghitungan kerugian negara (PKN).

PKN itu sendiri diketahui telah dikembalikan oleh sejumlah pesakitan sebelumnya. Adanya audit PKN ini dibutuhkan guna memenuhi salah satu unsur dalam pasal yang disematkan kepada kedua tersangka.

“Yang jelas, petunjuk itu harus dilengkapi penyidik. Ya kita berharap secepatnya penyidik melimpahkan berkas para tersangka itu,” terangnya.

Untuk diketahui, penetapan kedua tersangka dilakukan berdasarkan penyidikan baru yang dilakukan Dit Reskrimsus Polda Riau atas pengembangan perkara yang telah menjerat 8 orang sebagai pesakitan dan telah dijebloskan ke penjara.

Adapun para pesakitan yang telah dijebloskan ke penjara itu adalah mantan Ketua DPRD Bengkalis Jamal Abdillah, mantan Anggota DPRD Bengkalis periode 2009-2014 Purboyo, Hidayat Tagor, Rismayeni dan Muhammad Tarmizi.

Selain itu, juga terdapat nama mantan Bupati Bengkalis Herliyan Saleh dan Azrafiani Aziz Rauf selaku Kabag Keuangan Pemkab Bengkalis. Terakhir, Ketua DPRD Bengkalis periode 2014-2019, Heru Wahyudi.

Atas penyidikan baru itu, penyidik kemudian mengirimkan dua Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke jaksa peneliti pada medio April 2018 lalu. Saat itu, SPDP tidak tertera nama para tersangka.

Jaksa peneliti sendiri baru menerima pemberitahuan penetapan tersangka pada 30 April 2018. Di dalam surat pemberitahuan itu tertera nama Yudhi Veryantoro yang merupakan politisi dari Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) dan Suhendri Asnan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Hampir empat bulan berjalan pasca pengiriman SPDP itu, penyidik baru melimpahkan berkas perkara kedua tersangka pada 13 Agustus 2018 lalu.

Selanjutnya, jaksa peneliti melakukan penelaahan berkas untuk menguji syarat formal dan materiil. Berdasarkan hasil penelitian itu, jaksa menyatakan berkas perkara belum lengkap dan dikembalikan ke penyidik disertai petunjuk yang harus dilengkapi atau P19.

Atas petunjuk itu, penyidik kembali melengkapi berkas dan kemudian menyerahkannya ke jaksa peneliti pada 22 Oktober 2018 lalu. Hasilnya, berkas masih dinyatakan belum lengkap sehingga dikembalikan ke penyidik.

Lagi-lagi penyidik berupaya melengkapinya berdasarkan petunjuk yang diberikan. Merasa lengkap, penyidik kembali melimpahkan berkas perkara ke kejaksaan pada pertengahan November 2018 lalu.

Atas pelimpahan itu, jaksa kembali menelaah berkas tersebut. Diketahui, saat ini berkas perkara dikembalikan lagi ke penyidik karena belum juga dinyatakan lengkap atau P21. =MX10



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook