Pengusaha Gas Tewas Gantung Diri

Jumat, 08 Maret 2019 - 16:46 WIB   [213 Klik]

Pengusaha Gas Tewas Gantung Diri

Petugas hendak mengvekuasi jenazah Siswanto yang sudah dimasukkan ke kantong jenzah.

PEKANBARU—Dengan berurai airmata, Sobie duduk bersimpuh depan rumahnya. Warga Jalan Bintara RT 2, RW 12, Kelurahan Labuhbaru Timur Kecamatan Payungsekaki, Pekanbaru itu tak kuasa melihat suaminya Siswanto yang sudah terbungkus kantong jenzah milik polisi, Jumat (8/3) pagi.

Jenazah pria 49 tahun itu berada depan mobil putih dalam rumah toko (ruko) tempat tinggalnya. Tim dari kepolisian yang turun akan membawanya ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau.

Usut punya usut, pria yang sehari-hari berjualan gas  itu ditemukan tewas secara tak wajar. Kondisinya tergantung dalam ruko miliknya.

Pertama kali pria yang akrab disapa Anto Gas tersebut ditemukan istri dan anak gadisnya. Kala itu, mereka membuka pintu ruko dan melihat Anto dalam posisi tergantung di sudut ruangan dengan mengenakan pakaian kerja.

Kaget bukan kepalang. Sobie berteriak meminta tolong. Sontak saja warga sekitar berdatangan ke tempat kejadian.

“Sekitar jam 09.00 WIB, istrinya teriak melihat suaminya tergantung. Langsung saya telepon pak RT,’’ kata Bunda, tetangga korban.

Kepada warga yang datang, Sobie meminta tolong untuk menurunkan suaminya. Ia menduga masih hidup. “Istri sempat minta diturunkan dan mengatakan dia masih hidup,’’ ujar Hen.

Menurut tetangga lain, Zulham, semasa hidup korban berperilaku baik dan bergaul dengan warga sekitar. Namun, belakangan ini tubuh Anto terlihat kurus .
“Badannya dulu gemuk. Beberapa bulan ini kurus ‘’ ungkap Zulham.

Doni yang juga tetangga korban mengatakan, semasa hidup mempunyai hobi mendengar musik Padang ketika bekerja sambil mengenakan kacamata hitam. “Anto setiap pergi kerja selalu mendengarkan musik Minang,’’ ujar doni.

Tak lama berselang, petugas dari Polsek Payungsekaki bersama Tim Identifikasi Polresta Pekanbaru tiba di tempat kejadian. Mereka langsung melakukan olah TKP. Termasuk mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti.

Kepada polisi, istri korban tidak bersedia suaminya diotopsi. Alasannya ingin dibawa langsung ke Duri, Bengkalis. Pernyataan penolakan otopsi itu disaksikan oleh Ketua RT setempat. =MX12

 



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook