Diharapkan Jadi Pilot Project

Sekda Tanam Perdana Program PSR di Desa BIM

Minggu, 10 Maret 2019 - 15:35 WIB   [24 Klik]

Sekda Tanam Perdana Program PSR di Desa BIM

Sekda Rohul Abdul Haris saat tanam perdana program PSR

ROKANHULU—Bupati Rokan Hulu (Rohul) H Sukiman diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Rohul H Abdul Haris SSos MSi lakukan tanam perdana kelapa sawit dari program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), Rabu (6/3).

Penanaman bibit kelapa sawit rakyat, digelar secara simbolis oleh Sekda Rohul Abdul Haris yakni, di Desa Bukit Intan Makmur (BIM) Kecamatan Kunto Darusalam didampingi Kepala Disnakbun Rokan Hulu Ir Sri Hardono MM.

Pada penanaman perdana, juga dihadiri pimpinan PT Buana Orbit Sejahtera (BOS) Alexander Pranoto dan jajarannya seperti Antoni, Effendi dan lainnya. Kemudian hadir juga Camat Kunto Darusalam Ruslan SSos, Kepala Desa Bukit Intan Makmur Condro Mowo, para ketua KUD, ketua kelompok tani, serta ratusan petani dan keluarga petani.

Dalam laporannya, Ketua KUD Intan Makmur Heri Suprapto mengatakan, penanaman sawit rakyat akan dilakukan di lahan 682 hektar, dan hingga kini baru terealisasi 75 persen.

Disebutkan Heri, penanaman seharusnya dilakukan 21 Februari 2019 namun ditunda. Sehingga ditargetkan sampai April 2019, sudah tertanam 80 persen, dan pada Mei 2019 sudah selesai penanaman di 682 hektar.

“Berharap kegiatan ini berjalan baik, dengan niat baik dan tujuan baik semoga sukses,” kata Heri Suprapto.

Pada kesempatan sama, Sekda Rohul Abdul Haris dalam sambutannya mengatakan, program PSR merupakan program unggulan pemerintah dengan target kebun sawit sekitar 18 juta hektar se-Indonesia, dan BPDPKS diberi kepercayaan untuk mengelolanya.

“Kita bersyukur atas pemikiran pemerintah dengan program PSR ini, karena petani dibantu Rp25 juta per hektar untuk peremajaan sawit rakyat ini. Pemerintah sangat paham sekali dalam pengelolaan PSR ini. Walau ada kerumitan tapi itu agar program berjalan dengan baik,” harap Abdul Haris.

Sekda Abdul Haris juga megimbau ke seluruh koperasi yang hadir, berharap proses berjalan dengan baik di seluruh desa yang ada di Kabupaten Rohul sehingga bisa dinikmati masyarakat.

Dijelaskan Sekda, bahwa dana peremajaan sawit rakyat dari pemerintah Rp25 juta per hektar, agar dinikmati petani dan itu bukan bantuan bergulir alias tidak dikembalikan.

“Di Kabupaten Rohul sendiri ada sekitar 4.000 hektar kebun kelapa sawit masyarakat yang sudah berusia di atas 25 tahun, dan sudah seharusnya dilakukan peremajaan,’’ terangnya.

“Kita berharap, kegiatan di Desa BIM menjadi pilot project (proyek percontohan),” pesan Sekda Abdul Haris. =MX20/ADV



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook