Ratusan Warga Tiga Desa Temui Gubri

PT SBAL Segera Dipanggil, Selesaikan Konflik dengan Warga

Minggu, 10 Maret 2019 - 16:02 WIB   [16 Klik]

PT SBAL Segera Dipanggil, Selesaikan Konflik dengan Warga

Masyarakat tiga desa yakni Desa Koto Baru, Koto Aman, dan Sukamaju, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar bertahan di kolong flyover Jalan Jenderal Sudirman, menuntut hak tanah mereka dari PT SBAL.

PEKANBARU--Gubernur Riau Drs Syamsuar MSi akhirnya bersedia menemui sejumlah massa yang tergabung dalam Persatuan Desa Koto Aman Menggugat (Perkam). Dimana mereka menuntut, pemimpin baru Riau bersikap tegas.

Massa yang diwakilkan Dapson melakukan pertemuan di lantai III, Kantor Gubernur Riau, Jumat (8/3) lalu. Ia menyampaikan, sejarah terjadinya konflik lahan antara masyarakat desa tempatan dengan pihak perusahaan PT Sekar Bumi Alam Lestari (SBRL).

Dapson mengungkapkan, pencaplokan yang dilakukan perusahaan terjadi sejak tahun 1991 silam. Sejak terjadi konflik, Dapson mengaku, sudah banyak pihak yang terlibat menyelesaikan permasalahan perusahaan dengan warga.

Namun, sampai saat ini tidak ada bentuk penyelesaiannya. ‘’Kami berharap, permasalahan kita dengan perusahaan segera ditindaklanjuti, dan lahan masyarakat dikembalikan,’’ ungkap Dapson.

Atas kesediaan gubernur menerima massa aksi. Dapson berharap banyak, agar Syamsuar arif dan bijak menuntaskan secara adil dan bijaksana permasalahan itu.

‘’Kami sudah bosan dan capek, sejak dulu menerima janji-janji. Karena selama bertahun-tahun tidak pernah ada kepastian,’’ ungkap Dapson.

Dalam permasalahan ini, lanjut Dapson, sejumlah pejabat beberapa ikut. Namun, pihaknya menilai mereka hanya mementingkan urusan pribadi pejabat yang bersangkutan, untuk menyuarakan hak masyarakat.

Dapson juga berani menyebutkan nama-nama pejabat tersebut seperti mantan gubernur Riau sekaligus dua mantan bupati Kampar. Kemudian, mantan gubernur Riau sebelumnya.

‘’Pejabat tingi daerah itu, pernah menjadi saksi sejarah pada proses negosiasi yang diikuti masyarakat Koto Aman,’’ ujar Dapson.

Sampai saat ini, menurut Dapson, ujung dari proses negosiasi tidak memperlihatkan perkembangan. Sebab, di zaman bupati almarhum Aziz Zainal sudah dibentuk tim dengan memanggil perusahaan untuk melakukan survei di lapangan.

Namun, hasilnya mencengangkan, karena pihak perusahaan berani melarang tim melakukan survei di lapangan.

‘’Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman pernah dipanggil menyelesaikan masalah ini. Tapi, tetap saja hasilnya hanya mengulang-ngulang yang sudah dibahas,’’ kata Dapson.

Respon dari Syamsuar, berjanji akan mendudukkan persoalan ini. Dengan menyatakan, akan memberikan perhatian terhadap konflik masyarakat itu.

‘’Kita akan mendengarkan keterangan semua pihak. Permasalahan ini juga sedang dirapatkan perusahaan dan Pemkab,’’ ungkap Syamsuar.

“Kami Bertahan hingga Tuntutan Dipenuhi”                                                                                                                                                                                                                        Memasuki hari ke-7, masyarakat di 3 desa yang ada di Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar masih berada di bawah jembatan flyover Jalan Sudirman.

Sekitar 500 orang baik tua muda maupun anak anak yang menamakan dirinya dalam Persatuan Koto Aman Menggugat (Perkam) mengaku akan tetap bertahan hingga tuntutan mereka dipenuhi Pemerintah Riau atas lahan yang dikelolah PT SBAL .

Irwan Saputra selaku Ketua Perkam kepada Pekanbaru MX bahwa kasus lahan ini terjadi sudah berlangsung sejak 2007 silam, dimana menurut Irwan PT SBAL tidak memenuhi janji yang akan mengembalikan lahan HGU sekitar 1500 hektare kepada masyarakat yang ada di 3 desa di Kecamatan Tapung Hilir yakni Desa Koto Aman, Koto Baru dan Sukamaju.

Bahkan masalah tersebut tak kunjung tuntas baik itu ditinggkat Kabupaten Kampar dan Provinsi Riau. Selain itu menurutnya pemerintah tidak serius dan malah saling lempar atas konflik yang terjadi. ‘’

Selain itu perwakilan rakyat alias DPRD yang ada di tingkat daerah dan provinsi pun tak pernah mau menyelelesaikan masalah ini, mereka hanya memberikan janji janji.

Dikatakannya lagi bahwa mereka akan bertahan hingga masalah ini selesai dan jika tidak mereka akan terus bertahan di bawah Flyover. ‘’Kami akan menggelar aksi lagi ke gubernur Riau menuntut hak kami,’’ ujar Irwan. =MX12



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook