PT Sinar Aditama Berhenti Operasi

Penyelidikan Dugaan Penyelewengan Gas LPG Tetap Lanjut

Minggu, 10 Maret 2019 - 16:07 WIB   [105 Klik]

Penyelidikan Dugaan Penyelewengan Gas LPG Tetap Lanjut


PEKANBARU—Jaksa Penyelidik pada bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau hingga kini masih terus melakukan pengusutan terkait penyelewengan potensi ketidaksesuaian dalam prosedur regulasi LPG 3 Kg.

Hal ini dikatakan Asisten Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Riau, Subekhan SH MH saat dikonfirmasi Pekanbaru MX, Ahad (10/3). ‘’Masih penyelidikan,’’ ucapnya singkat.

Diketahui, ugaan penyelewengan itu, berawal dari hasil sidak Komisi VII DPR RI beberapa waktu lalu di PT Sinar Aditama, yang merupakan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang berada di Pasir Putih.

Dimana, dalam Sidak itu, Komisi VII DPR RI menemukan adanya potensi ketidaksesuaian dalam prosedur regulasi LPG 3 Kg, di PT Sinar Aditama. Ketidaksesuaian itu, terkait permainan dalam pengisian gas subsidi yang diduga dialihkan ke gas non subsidi.

Tidak hanya itu, dalam Sidak Komisi VII itu, wakil rakyat juga menemukan adanya indikasi kesalahan dalam perizinan seluruh agen Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) dan agen penyalur LPG 3 Kg. Yang mana, diduga dalam 1 perusahaan, ada yang memiliki 5 agen.

Pasca Sidak dan diusutnya penyelewengan itu, kini PT Sinar Aditama berhenti sementara dalam pengoperasian SPBE tersebut. Berhenti sementara pengoperasian itu, berdasarkan surat pemberhentian sementara yang diterima oleh pihak PT Sinar Aditama.

Terkait hal ini, Subekhan tidak mau menanggapinya. Dirinya mengatakan, pengusutan yang dilakukan oleh pihaknya tersebut, hingga kini masih berlanjut.

‘’Kalau itu saya tidak tahu. Yang jelas, penyelidikan masih berlanjut,’’ tuturnya.

Untuk diketahui, dalam pemberitaan sebelumnya, Jaksa Penyelidik sudah melakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak terkait untuk diklarifikasi dalam penyelidikan dugaan penyelewengan tersebut.

Mereka adalah Direktur PT Sinar Aditama, Amrin AA Pane, dan 2 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diketahui dari Disperidang Provinsi Riau. Tidak sampai di situ, jaksa penyelidik juga mengklarifikasi dugaan penyelewengan itu kepada dua orang pihak Pertamina.  =MX10



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook