Sepeda Motor Dirampas

Ngaku Anggota BNN, Paksa 3 ABG Nyabu

Minggu, 10 Maret 2019 - 16:09 WIB   [183 Klik]

Ngaku Anggota BNN, Paksa 3 ABG Nyabu

Kapolsek Tambang Iptu Jurfredi bersama angggota mengamankan DD, tersangka pemerasan dan perampasan yang mengaku sebagai anggota BNN.

KAMPAR--DD dibuat tak berkutik. Pemuda 26 tahun itu diringkus anggota Unit Reskrim Polsek Tambang saat berada di rumah orangtuanya di Kampung Lapan, Desa Pulau Permai, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Sabtu (9/3) siang.

Usut punya usut, ternyata DD adalah pelaku pemerasan dan perampasan sepeda motor Yamaha NMax milik warga Bangkinang, Kampar. Modusnya mengaku-mengaku sebagai anggota Badan Narkotika Nasional (BNN). Mirisnya, ia memaksa korbannya memakai sabu.

Ada tiga orang yang menjadi korban kekajaman DD dan rekannya. Yakni Fk, Ai dan satu lagi seorang wanita, Si. Semuanya masih anak di bawah umur.

Kejadiannya berawal pada Kamis (28/2) malam lalu. Sekitar pukul 23.00 WIB,  Fi, Ai, dan Si berangkat dari Bangkinang menuju Pekanbaru. Mereka berboncengan tiga dengan mengendarai Motor Yamaha NMax BM 6143 FY.

Saat melintas di Jalan Raya Pekanbaru-Bangkinang Km 27, wilayah Desa Sungai Pinang, Kecamatan Tambang, ketiga ABG itu dihentikan dua orang yang tidak dikenal. Mereka mengendarai sepeda motor.  

Belum sempat turun dari sepeda motor, kedua pria tadi mematikan mesin motor korban. Termasuk mengambil kunci kontaknya.

Berlagak petugas sedang melakukan penangkapan, pria tadi mengaku sebagai anggota BNN. Satu per satu tubuh korban digeledah.

Dari tempat kejadian, kemudian ketiga korban dibawa ke salah satu  rumah di wilayah Desa Pulau Permai, Tampan. Begitu sampai, para pelaku memperkenalkan diri yang salah satunya mengaku bernama Dede.

Dalam rumah itu, Dede menyuruh ketiga korban untuk tinggal di sana untuk sementara waktu. Alasannya ia pergi menjemput seseorang.

Tak lama kemudian, Dede kembali datang bersama seseorang yang memperkenalkan dirinya bernama Ica. Saat itulah mereka memaksa ketiga korban untuk memakai narkotika jenis sabu. Namun, ditolak.

Kemudian datang lagi seseorang yang diketahui bernama Soni. Di sana ia meminta kunci sepeda motor NMax milik korban kepada Dede. Lalu dibawa kabur.

Melihat hal itu korban Fi, keluar dari rumah. Namun ia dicegat Dede sambil mengancam dengan sebilah pisau.

“Jangan ke mana-mana kau, masuk ke rumah” sembari menodongkan senjata tajam tersebut.

Takut pelaku berbuat nekat, Fi kembali masuk ke rumah. Keesokan harinya, Jumat (1/3) lalu, para korban berhasil kabur dari tempat tersebut.

Tak terima dengan perlakukan tersangka, para korban yang didampingi orangtuanya melapor ke Polsek Tambang.  Atas laporan itu Kapolsek Tambang Iptu Jurfredi SH perintahkan Kanit Reskrim Aiptu Dodi Satria bersama tim Opsnal untuk melakukan penyelidikan.

Kemudian pada Sabtu (9/3) sekitar pukul 10.30 WIB, anggota Unit Reskrim Polsek Tambang mendapat informasi bahwa tersangka DD sedang berada di rumah orangtuanya. Tepatnya di Desa Pulau Permai, Kecamatan Tambang.

Terhendusnya keberadaan pelaku, Kapolsek Tambang langsung perintahkan tim Opsnal berangkat ke lokasi tersebut. Alhasil, DD dapat diamankan. Bahkan, menemukan sepeda motor Yamaha NMax yang dirampasnya.

Kapolsek Tambang Iptu Jurfredi SH saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan tersangka pemerasan dan perampasan sepeda motor tersebut. Saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan.

‘’Tersangka DD dan barang bukti sepeda motor Yamaha NMax yang dirampasnya telah diamankan di Polsek Tambang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,“ jelasnya.***

 



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook