Kembalikan TPP Guru

Guru Sertifikasi Minta Bertemu Wako

Senin, 11 Maret 2019 - 16:20 WIB   [26 Klik]

Guru Sertifikasi  Minta Bertemu Wako

Sekretaris Kota (Sekko) Pekanbaru M Noer menemui para guru yang melakukan aksi demo di depan Kantor Wali Kota Pekanbaru.

PEKANBARU--Ribuan guru yang tergabung dalam guru sertifikasi Pekanbaru, kembali melakukan aksi tandingannya dalam menuntut revisi Peraturan Wali Kota (Perwako) Nomor 7 Tahun 2019 Tentang Tunjangan Profesi Sertifikasi, Senin (11/3) pagi.     

Akibat aksi itu, arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di depan kantor Wali Kota Pekanbaru, sempat dialihkan.    

Dalam aksi damai yang digelar forum guru sertifikasi Kota Pekanbaru ini, disampaikan lima tuntutan, yaitu revisi Perwako No 7 Tahun 2019, samakan TPP guru Kota Pekanbaru dan tegakkan keadilan bagi guru. ‘’Jangan lecehkan guru, jangan ada intimidasi kepada guru karena kami menyuarakan hak kami,’’ kata mereka.     

Massa sempat membacakan surat yasin untuk wali kota Pekanbaru, sebagai bentuk kekecewaan mereka, dikarenakan adanya Peraturan Walikota (Perwako) nomor 7 tahun 2019, dimana guru sertifikasi hanya bisa mendapatkan satu tunjangan profesi saja.     

Aksi massa memanas saat Asisten III Baharudin turun menemui ribuan guru. Namun, massa merasa kecewa bukan Walikota yang turun menemui mereka.

Salah seorang guru Zainal, sempat kejang-kejang saat beradu argumen dengan asisten III karena tak kuasa membendung emosinya.     

Saat ditemui Pekanbaru MX koordinator unjuk rasa Raja Ira, mengatakan ini asli unjuk rasa kedua.

‘’Kami menuntut dan meminta agar merevisi Perwako nomor 7 tahun 2019 tentang Penghapusan tunjangan profesi bagi guru bersertifikasi. Sampai saat ini kami belum bisa bertemu langsung dengan wali kota,’’ kata mereka.     

‘’Untuk itu, hari ini kami datang dengan massa yang lebih banyak dari sebelumnya sebanyak 2500 guru untuk menuntut hak kami kepada wali kota, kenapa hanya guru yang dihapuskan tunjangannya, sementara ASN yang ada di Pekanbaru masih dapat TPP. Kami merasa tidak ada lagi penghargaan bagi guru sertifikasi, padahal peran guru sangat penting sebagai pendidik,’’ jelas mereka.

Ditambahkan Ira bahwa tahun lalu tunjangan guru sebanyak 3 bulan, belum dibayarkan dan tahun ini nol. ‘’Kami hanya meminta disamakan dengan ASN lain yang ada di Pekanbaru,’’ ujar salah seorang guru yang mengajar di SMP 38 Pekanbaru ini.     

Akhirnya Perwakilan dari forum Guru sertifikasi Pekanbaru diajak rapat, yang dipimpin oleh Sekretaris Kota Pekanbaru M Noer MBS, untuk membahas mengenai tuntutan terkait Perwako nomor 7 tahun 2019.     

Turut hadir juga pada rapat itu Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru Zulfan Hafiz, Ketua PGRI Riau Dr Syahril, Ketua PGRI Pekanbaru Devi Warman, Asisten III Walikota, Kadisdik Pekanbaru, Kadis Kesbangpol Pekanbaru. =MG1



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook