Perusahaan Belum Bayar Denda Karhutla Rp15,1 Miliar

Kejari Pelalawan Buru Tiga Petinggi PT Adei

Senin, 11 Maret 2019 - 16:49 WIB   [218 Klik]

Kejari Pelalawan Buru Tiga Petinggi PT Adei


PANGKALANKERINCI—PT Adei Plantation dan Industri hingga kini belum juga membayar denda tambahan sebesar Rp15,1 miliar. Denda itu untuk pemulihan kerusakan hutan akibat terjadinya kasus pembakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi tahun 2014 silam.

‘’Ya, sampai sekarang pihak PT Adei belum bayar denda tambahan untuk pemulihan kerusakan hutan sebesar Rp15,1 miliar,’’ ujar Kajari Pelalawan Nophy Tennophero South SH MH ketika ditemui Pekanbaru MX, di ruang kerjanya.

Dijelaskan Kajari, eksekusi denda tambahan PT Adei menjadi salah satu target yang harus segera dituntaskan. Ini jadi tunggakan tahun sebelumnya yang belum terlaksana hingga di awal tahun 2019.

‘’Kita akan segera melakukan eksekusi sesuai dengan putusan Mahkama Agung (MA). Tapi sekarang sedang melakukan koordinasi dengan KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) untuk mendapatkan petunjuk dan teknisnya,’’ ungkap Nophy.

Sedangkan pembayaran denda Rp15,1 miliar yang harus dibayar oleh perusahaan asal Malaysia itu guna melakukan reklamasi perbaikan hutan atau reboisasi seluas 40 hektar di Desa Telayap,

Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan yang telah rusak akibat kebakaran. Juga untuk pembelian kompos sebagaimana putusan Mahkamah Agung (MA).

Selain menunggu petunjuk dari Menteri Lingkungan Hidup, Kejari Pelalawan juga masih terus berupaya memburu tiga petinggi Adei yang masuk DPO karena kabur saat akan dieksekusi.

Mereka yakni Danessuvaran, Go Teh Meng dan Tan Key Yong yang telah divonis 1 tahun penjara dan denda Rp500 juta. =MX14



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook