Lift Royal Asnof Hotel Amblas, Siswa Tewas

Senin, 11 Maret 2019 - 17:11 WIB   [3149 Klik]

Lift Royal Asnof Hotel Amblas, Siswa Tewas

enazah Mario, pelajar SMK Ekatama yang menjadi korban lift barang Hotel Royal Asnof dikafan menjelang ke pemakaman.

KORANMX.COM, PEKANBARU--Pagi menjelang. Suasana duka mendalam menyelimuti keluarga besar Yakub di Jalan Kesadaran, Gang Abdi, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru.

Anak bungsunya dikabarkan sudah menghembuskan nafas terakhir setelah satu hari dua malam dirawat di Rumah Sakit (RS) Santa Maria.

Nyawa pelajar SMK bernama Mario S Mandala Putra, si bungsu dari dua bersaudara anak Yakub itu tak tertolong setelah mengalami kecelakaan saat melaksanakan program magang sekolah di Hotel Royal Asnof, Pekanbaru.

Lift barang milik hotel yang ia gunakan untuk mengangkut properti hotel dari lantai enam menuju lantai tiga  terjun bebas. Kejadiannya Sabtu (9/3) lalu.

Dalam lift, siswa kelas dua SMK Pariwisata Ekatama Pekanbaru ini terbentur benda-benda keras. Termasuk meja-meja yang ia angkut. Ia langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis.

Informasi tentang kelayakan sistem keselamatan kerja di Royal Asnof ini tertutup rapi. Terkait kejadian, baik pihak hotel dan  sekolah, sama-sama menunjukan reaksi sama. Menutupi peristiwa yang menelan korban jiwa tersebut.

Bak pepatah, sepandai-pandai menyimpan bangkai, pasti tercium juga. Pekanbaru MX yang sebelumnya hanya mendapatkan informasi bisik-bisik dari seorang sumber terpercaya, akhirnya mendapat kebenarannya.

Senin (11/3) pagi sekitar pukul 07.00 WIB, kecelakaan kerja yang berusaha diredam pihak hotel ini akhirnya terungkap. Seorang sumber dari sekolah tempat korban bersekolah, membenarkan kejadian tersebut.

''Oh.. tentang kejadian kemarin itu ya bang? Iya bang, baiknya langsung ke rumah duka saja bang. Almarhum jenazahnya sudah dibawa pulang tadi informasinya,'' ujar salah satu sumber yang tak mau disebutkan namanya.

Pihak sekolah yang didatangi bergelagat tertutup mengenai kejadian tersebut. Semuanya, mulai dari kepala sekolah, wali kelas, sampai guru bidang kesiswaan mengelak.

Hanya pihak sekuriti sekolah yang bisa ditemui Pekanbaru MX. Ia telah mencoba memfasilitasi untuk bisa bertemu dengan kepala sekolah. Namun, sekitar setengah jam menunggu, tidak ada satupun yang bersedia ditemui.

''Saya lagi sibuk, orang lagi ujian. Tunggulah dulu,'' kata seorang guru laki-laki berbaju batik, yang diketahui merupakan guru mata pelajaran komputer.
Polisi Lakukan Pengecekan

Kasus kecelakaan kerja yang seharusnya mendapat penanganan pihak berwajib ini, diduga ditutup-tutupi. Sampai-sampai pihak kepolisian, dalam hal ini Polresta Pekanbaru saat dikonfirmasi melalui Kasubag Humas Ipda Budi Dianda mengaku mengetahui kejadian tersebut.

''Tidak ada laporan tentang itu yang masuk. Belum, belum ada juga (informasi awal). Coba saya cek dulu informasinya ya,'' ujarnya.

Masih menurut Kasubag Humas Polresta Pekanbaru, mengenai kejadian kecelakaan kerja yang terjadi, Polresta Pekanbaru melalui jajaran Polsek Bukit Raya tetap akan menindaklanjuti kejadian tersebut.

Yakni, mengumpulkan keterangan serta melakukan pengecekan pada fasilitas keselamatan kerja, yakni lift yang menjadi tempat kecelakaan itu terjadi.

Terpisah, manajemen Hotel Royal Asnof mengelak ditemui. Melalui resepsionisnya menyampaikan, mengenai seperti apa kejadian pihaknya malah mengarahkan Pekanbaru MX untuk konfirmasi ke Polsek Bukit Raya. Katanya mereka telah melapor kasus tersebut ke Bukit Raya.

Kapolsek Bukit Raya Kompol Pribadi saat dikonfirmasi via telepon sekitar pukul 13.11 WIB mengatakan, pihaknya baru sekadar mendapat informasi kejadian. Sampai korban dimakamkan, pihaknya masih belum ada menerima laporan.

''Baru informasinya saja yang kita dapat hasil koordinasi dengan Humas Polresta tadi. Siang ini kita mau lakukan pengecekan ke hotel itu,'' terangnya.

Terkait pihak hotel yang mengatakan untuk statement dari pihak hotel terkait kejadian silakan ditanyakan ke Polsek Bukit Raya, Kapolsek merespon dengan tertawa.

''Dari mana pula datangnya itu coba? Melapor saja belum. Kami juga belum ada ke sana. Memang rencananya siang ini ke sana. Yang jelas sampai saat ini belum ada laporan itu,'' kata Pribadi. ***

 



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook