Meja Teller Diparang, Kursi Disiram Minyak

Ngamuk di BNI 46, Penjual Bandrek Terkapar Ditembak

Senin, 11 Maret 2019 - 17:21 WIB   [156 Klik]

Ngamuk di BNI 46, Penjual Bandrek Terkapar Ditembak


KORANMX.COM, DUMAI -Bank Negara Indonesia (BNI) 46 Cabang Dumai di Jalan Sudirman, Dumai, Senin (11/3) pagi sekitar pukul 09.30 WIB heboh. Pegawai dan pengunjung berhamburan menyelamatkan diri karena diserang seorang pria bersenjata parang.

Mencekam. Petugas kepolisian bersenjata lengkap mengepung ke BNI 46 Cabang Dumai. Sebagian ada yang masuk untuk menangkap seorang pria yang diduga pelaku perampokan.

Dor! Beberapa kali tembakan peringatan dilepaskan petugas ke udara. Namun, pelaku yang mengamuk sembari memegang senjata tajam tak kunjung menyerahkan diri.

Letusan senjata api tak membuat warga menjauh. Bahkan, mereka nekat merekam aksi pihak kepolisian yang berusaha melumpuhkan pelaku.

Upaya kepolisian membuahkan hasil. Pelaku yang belakangan diketahui bernama Margiono (43) warga Jalan Wahidin, Kelurahan Purnama, Kecamatan Dumai Barat, berhasil diamankan setelah kakinya dilumpukan.

Dari dalam bank, Margiono yang sehari-hari sebagai penjual bandrek itu dievakuasi ke rumah sakit. Meski berbahaya, masih ada warga yang berani mendekat sambil memegang ponsel.

Kehadiran Margiono membuat karyawan dan nasabah berhamburan keluar dari bank. Sementara karyawan yang berada di lantai dua memilih turun dari tangga darurat di belakang bangunan.

Dipandu pihak keamanan dan pihak kepolisian, karyawan yang didominasi perempuan menuruni tangga agar tidak menjadi korban dari pelaku. Berhasil selamatkan diri, para karyawan terduduk kaku dengan kondisi badan lemas.

Nasabah dan karyawan panik karena melihat  hendak membakar kantor BNI 46 tersebut. Ia sempat mengamuk sambil menyiram minyak yang sengaja dibawanya dengan menggunakan jerigen.

Beruntung, belum sempat menyalakan api, pelaku berhasil diamankan polisi. 

“Ada sekitar lima kali saya dengar suara tembakan. Namun saya tidak tahu secara pasti,” sebut  Chrisna, salah satu warga.

Polres Dumai memastikan tindak kejahatan yang dilakukan Margono bukan perampokan. Melainkan pengrusakan.

”Hasil dari pengakuannya, tersangka hanya ingin membuat gaduh dan membakar bangunan bank tersebut,” terang Kapolres Dumai AKBP Restika Pardamean Nainggolan kepada Pekanbaru MX, Senin (11/3) melalui pesan singkatnya.

Belum diketahui ada motif lain di balik penyerangan tersebut. ‘’Saat ini petugas kita masih melakukan penyelidikan mendalam akan kejadian tersebut,’’ kata Kapolres.

Hasil olah TKP, kata Kapolres, kejadian pengrusakan tersebut berlangsung pada pukul 08.30 WIB. Dimana pelaku datang ke Bank BNI 46 dengan menggunakan sepeda motor Vario warna biru.

Turun dari sepeda motor, pelaku langsung masuk ke Bank BNI dan menuju ke Teller 3 . Saat itulah ia mengeluarkan parang yang telah disiapkannya.

‘’Katanya, kalau mau selamat, kalian keluar semua. . Dan  langsung mengayunkan parang tersebut ke meja teller,’’ urai AKBP Restika.

Sontak saja teler 3 terkejut dan langsung lari keluar dari bank. Lalu pelaku mengeluarkan jerigen yang telah disiapkannya dan menyiramkan bensin meja teller tersebut.

Selain menyiramkan minyak  diduga jenis Pertamax, pelaku juga merobek-robek slip penarikan dan storan yang ada di lobi bank. Termasuk merusak kursi pengunjung dan komputer yang ada.

Saat itu juga sekuriti memanggil pihak kepolisian yang sedang bertugas di sana. Awalnya, petugas meminta pelaku menyerahkan diri. Akan tetapi ia tetap mengamuk.

Dipimpin Kasat Sabhara AKP Mariyanta, sejumlah personel tiba di BNI 46. Mereka langsung melumpuhkan pelaku dengan tembakan ke kaki kiri.

”Saat ini bank kita tutup sementara.Kita berikan polis line untuk memberikan kesempatan kepada anggota melakukan olah TKP guna melengkapi berkas serta mencaritahu kemungkinkan motif lainnya,” tegas Kapolres.

Untuk mendalami motif pelaku, pihak kepolisian melakukan penggeledahan di rumahnya. Di sana petugas  mengamankan dua buah buku tentang simpan pinjam dan riba.

”Ada dua buah buku yang diamankan pihak kepolisian saat menggeledah rumah pelaku yang isinya tentang ajaran simpan pinjam dan ilmu riba,” kata Ketua RT 15, Kelurahan Purnama, Kecamatan Dumai Barat, Sutrisno.

”Hanya dua buku itu saja yang diamankan dan tidak ada lagi yang lain diamankan dari kediaman Margono,” tambah Sutrisno.

Sebenarnya, pelaku tinggal di RT 10, namun di identitasnya beralamat di RT 15. ‘’Sudah kurang lebih 18 tahun saya mengenalnya,’’ ungkapnya.

Selama ini, tidak melakukan tindakan aneh sebelum berupaya membakar Bank BNI tersebut. ‘’Belakangan ini pelaku memang mau berangkat ke Malaysia untuk tinggal di sana, karena keluarga besar pelaku ada di sana. Namun urung terjadi. Rumah yang ditempati pelaku saat ini juga merupakan milik abangnya yang berada di Malaysia,’’ ungkapnya.

Dua pekan lalu, ternyata Margono sempat dipukuli oleh warga saat menghadiri acara adat Jawa. Dimana Margono tiba-tiba naik ke atas panggung dan memeluk salah seorang sinden. ‘’Warga memukul pelaku bermain ramai,” tambah Sutrisno.

Margono saat ini memiliki seorang istri dan seorang anak yang tinggal bersamanya. “Kami warga sekitar dan saya khususnya warga sangat terkejut dengan aksi nekat yang dilakukan Margono ini,” ujarnya. ***

 



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook