Diwajibkan Bayar Rp1,5 Miliar

Direktur CV ABM Divonis Dua Tahun

Selasa, 12 Maret 2019 - 15:42 WIB   [17 Klik]

Direktur CV ABM  Divonis Dua Tahun


PEKANBARU—Direktur CV Adhitya Berkat Mandiri (ABM) Zulkarnain Rangkuti (59) dijatuhi hukuman dua tahun penjara atas penggelapan pajak sebesar Rp753.680.312. Vonis dibacakan majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru yang dipimpin oleh Saut Maruli Pasaribu SH MH, Senin petang (11/3).

Zulkarnain dinyatakan terbukti bersalah melanggar Undang-undang Nomor 16 Tahun 2009 Tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. 

“Menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa Zulkarnain Rangkuti dengan pidana penjara selama 2 tahun. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan dipotong pidana yang dijatuhkan,” ujar Saut.

Dalam isi putusannya, majelis hakim menyatakan, hal memberatkan perbuatan terdakwa karena tidak mendukung pemerintah dalam membayar pajak. Tindakan terdakwa juga menimbulkan kerugian pada negara.

Selain pidana penjara, majelis hakim juga menghukum Zulkarnain membayar denda sebesar Rp1.507.360.624. Nilai itu dua kali lipat dari pajak yang digelapkannya.

“Satu bulan setelah putusan inkrah, jika tidak dibayarkan, maka harta benda terdakwa disita untuk mengganti kerugian negara,” kata Saut.

Atas putusan itu, Zulkarnain langsung berkoordinasi dengan penasehat hukumnya Wahyu Awaluddin SH. Beberapa menit kemudian, terdakwa menyatakan pikir-pikir atas hukuman itu.

Sama halnya dengan terdakwa, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Pekanbaru Novrizal SH juga menyatakan pikir-pikir.

Sebelumnya, Zulkarnain dituntut JPU dengan hukuman penjara selama 2 tahun 6 bulan. Dia juga didenda dua kali dari nilai pajak yang digelapkan, subsider kurungan 6 bulan.

Usai majelis hakim menutup sidang, Zulkarnain terlihat lesu. Raut sedih terpancar dari wajahnya saat kembali digiring ke sel tahanan Pengadilan Negeri Pekanbaru.

Zulkarenain diketahui melakukan penggelapkan pajak pada 12 Juni 2012 hingga 5 Oktober 2013 lalu di perusahaannya di Jalan Kaharuddin Nasution. Perusahaan itu bergerak bidang perbaikan kendaraan atau alat berat di Riau dan Padang.

Zulkarnain didakwa sengaja tidak menyetor pajak yang telah dipungut oleh CV ABM atas usahanya. Selaku Direktur CV ABM, NPWP terdakwa terdaftar di KPP Pratama Pekanbaru Tampan sejak 29 Juni 2000 dan dikukuhkan jadi Pengusaha Kena Pajak pada 14 Februari 2001.

Zulkarnain merupakan wajib pajak aktif. Pada tahun 2012 hingga 2013, terdakwa melakukan penyerahan barang kepada 16 perusahaan di Riau dan Sumbar serta diterbitkan faktur pajaknya.

Namun, CV ABM melaporkan semua SPT masa PPN selama 2012 hingga 2013 nihil atau tidak ada nilai PPN yang disetorkan CV ABM.

Setelah dilakukan imbauan oleh KPT Pratama Pekanbaru Tampan, perusahaan melaporkan pembetulan sebagian SPT masa PPN tahun pajak 2012 hingga 2013.

Dalam menjalankan usahanya, Zulkarnain tidak menyetor Pajak Penghasilan (PPn) sebesar 10 persen ke kas negara dan melaporkan PPn palsu untuk menutupi pajak yang harus dibayarkan. Saat ada pengampunan pajak, terdakwa juga tak mengakui pajak yang harus dibayarkannya.

Berdasarkan penghitungan ahli pendapatan negara dari Kementerian Keuangan RI, ditemukan kerugian atas pajak yang digelapkan. Jumlahnya Rp753.680.312. =MX10



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook