Aspidsus Enggan Tanggapi Perkembangan Kasus Korupsi di Diskominfotik

Kamis, 14 Maret 2019 - 15:02 WIB   [48 Klik]

Aspidsus Enggan Tanggapi Perkembangan Kasus Korupsi di Diskominfotik


PEKANBARU—Perkembangan penyidikan dugaan korupsi pengadaan komputer/server, alat-alat studio, komunikasi dan implementation IOC Provinsi Riau di Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Riau sudah lama tak terdengar kabarnya. Perkara ini ditingkatkan ke penyidikan oleh Kejati Riau sejak bulan Juli tahun 2018 lalu.

Dari mulai penyelidikan hingga penyidikan, Kejati Riau telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi terkait.

Di antaranya Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Riau Rahmad Rahim, mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) pada pengadaan kegiatan itu Edi Yusra.

Termasuk Kepala Diskominfotik Riau Yogi Getri yang merupakan Pengguna Anggaran (PA) serta Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Riau Syarial Abdi.

Tidak sampai di situ, diperiksa juga beberapa orang saksi dari Kelompok Kerja (Pokja) di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Provinsi Riau, kemudian Dedi Hasparizal selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan aparatur sipil negara (ASN) lainnya.

Sedangkan dari pihak swasta, jaksa pernah memeriksa pihak PT Prisma Solusindo. Perusahaan ini merupakan penyedia perlengkapan komputer dan server. Selain itu, ada juga dari PT Solusi Media Ravel Teknologi (SMRT).

Pemilik Toko Batam Elektronik yang berada di Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru juga pernah diperiksa. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap dua karyawan PT Blue Power Technologi Software Company In South, Raly Syadanas dan Filindo Iskandar. Keduanya merupakan tenaga ahli dari perusahaan pendukung (supporting) pengadaan komputer.

Saat ditanyakan perkembangan penyidikannya, Asisten Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Riau Subekhan SH MH enggan menanggapinya. Subekhan hanya menjawab singkat saat ditanya oleh tim Pekanbaru MX. “Apalagi, nantilah itu,” jawabnya singkat.

Pagu anggaran pada proyek ini sebesar Rp8,8 miliar. Dana ini bersumber dari APBD Riau tahun 2016. Dari 45 perusahaan yang mengikuti lelang, PT Solusi Media Ravel Teknologi (SMRT) berhasil menang dengan nilai penawaran Rp8,4 miliar.

PT SMRT sendiri diketahui telah mengembalikan kelebihan bayar pengerjaan proyek sebesar Rp3,1 miliar ke kas daerah. Angka itu berdasarkan temuan BPK dalam LHP Provinsi Riau 2016.
Pengembalian dilakukan setelah perkara naik ke tahap penyidikan. Sehingga perkara tetap bergulir di Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Riau.=MX10



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook