Pemilu 2019 yang Kita Harapkan

Jumat, 15 Maret 2019 - 13:16 WIB   [233 Klik]

Pemilu 2019 yang Kita Harapkan


Penulis : 
Ester Nataliana Napitupulu 
Mahasiswi Fakultas Hukum,
Universitas Riau, Angkatan 2016

Tidak terasa pesta demokrasi akan tiba di depan mata kita. Peserta dan penyelenggara Pemilu pastinya sudah sangat mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi Pemilu 2019 demi terlaksananya Pemilu yang luber dan jurdil sesuai amanah UUD 1945. Pemilu 2019 yang sudah dekat ini haruslah dijamin bahwa secara kualitas akan lebih baik daripada Pemilu 2014, baik dari jumlah pemilih yang lebih banyak dan jumlah pelanggaran yang harus lebih berkurang secara statistik. Itu semua menjadi PR penting bagi seluruh elemen baik penyelenggara Pemilu, bahkan rakyat secara umum untuk menjamin Pemilu yang berkualitas sebagai cerminan demokrasi yang baik.

Berdasarkan pemahaman saya dimata kuliah Partai Politik dan Lembaga Perwakilan yang saya pelajari d ikampus saya yaitu Fakultas Hukum Universitas Riau bahwa Pemilu menjadi bagian penting dari sejarah panjang perjalanan bangsa Indonesia. Sejak Indonesia merdeka hingga saat ini, kita telah berkali-kali berhasil melaksanakan penyelenggaraan Pemilu dengan segala kompleksitas dan dinamika yang mengiringi prosesnya. Pemilu yang demokratis sejatinya harus selalu melibatkan rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi sebagaimana isi konstitusi bukan hanya sebagai objek, tapi juga sebagai subjek Pemilu demi menjamin integritas penyelenggara dan proses Pemilu.

Dalam negara demokrasi, Pemilu adalah salah satu bentuk syarat mutlak yang harus dipenuhi. Pelaksanaan pemilu yang luber dan jurdil pun memerlukan partisipasi aktif masyarakat. Pelaksanaan Pemilu yang baik melahirkan harapan yang lebih baik akan masa depan demokrasi bangsa. Pemilu merupakan sarana penunjang dalam mewujudkan sistem ketatanegaraan secara demokratis. Pemilu pada hakikatnya merupakan proses ketika rakyat sebagai pemegang kedaulatan memberikan mandat kepada para calon pemimpin untuk menjadi pemimpinnya.

Dosen saya yang bernama Maruli Ashari Hasibuan.SH.MH, seorang akademisi yang saya kagumi karena segudang prestasinya mengajari saya untuk memahami bahwa Pemilu yang berkualitas seharusnya dibarengi dengan proses pengawasan yang baik, sebagai instrumen penting dari proses penyelenggaraan Pemilu. Suara rakyat yang disampaikan dalam penyelenggaraan Pemilu harusnya dipastikan agar tidak disalahgunakan. Karena pemilihan umum yang baik dan bersih mensyaratkan adanya pemilih yang mempunyai pengetahuan, kesadaran atas hak politiknya, bebas dari pengaruh pihak lain, dan terhindar dari pengaruh jaminan uang atau politik uang.

Menurut pandangan saya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) juga sebaiknya mengingatkan masyarakat menghindari berita hoaks atau berita bohong. Berita bohong akan mempengaruhi status kerawanan Pemilu. Dan Masyarakat seharusnya bisa menyaring berita atau informasi, apakah informasi itu benar atau tidak. Karena Berita hoaks itu tidak jelas sumbernya dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Salah satu faktor lain, yang membuat situasi rawan adalah berita hoaks atau informasi bohong. Informasi ini dari semua bentuk media. Rendahnya kesadaran untuk berpartisipasi dari para pemilih yang ada juga rawan menjadi pemicu konflik,
Pemilu kali ini wajib menjadi perhatian bagi kita semua. Hal ini dikarenakan pesta demokrasi Pemilihan Umum tahun 2019 mendatang diharapkan akan mampu menghasilkan wakil rakyat yang berkualitas dan tentu saja dapat menjadi jembatan aspirasi masyarakat. Masyarakat harus memilih yang terbaik sesuai hati nuraninya, keinginannya, tanpa paksaaan ataupun sogokan uang dan tidak dikarenakan hubungan kekerabatan semata melainkan karena prestasi dan informasi benar yang kita ketahui tentang kelayakan calon wakil rakyat tersebut. Janganlah Golput. Karena masyarakat sebagai konstituen/pemilih harus betul-betul cerdas dalam menggunakan hak pilihnya agar siapapun yang kelak mendapat amanah dari masyarakat adalah orang -orang Terbaik yang sungguh ingin melayani, mensejahterakan dan memajukan Bangsa dan Negara kita. 

Salam Damai Indonesia ku! ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook