Warga Tuding Pelayanan BPN Kampar Tak Profesional

Selasa, 19 Maret 2019 - 16:29 WIB   [99 Klik]

Warga Tuding Pelayanan BPN Kampar Tak Profesional

Hj Nurlaily saat mendatangi Kantor BPN Kampar.

TAPUNG—Hj Nurlaily, warga Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar ini menuding pelayanan di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kampar buruk. Hampir tiga tahun dirinya mondar-mandir Tapung-Bangkinang, hanya untuk mengurus sertifikat.

‘’Tiga tahun itu, sejak tahun 2017, saya sering bolak-balik ke Bangkinang, untuk pengurusan sertifikat ke BPN Kampar. Saya sudah bayar administrasinya sesuai peraturan yang dilakukan BPN Kampar. Setiap saya tanyakan sama petugasnya, surat ibu dalam proses. Tanpa ada penjelasan status tanah yang saya miliki ini,’’ ujarnya sambil meluapkan kekesalannya.

Setelah dua setengah tahun berjalan, tiba-tiba pemilik tanah kaplingan ini disodorkan, kalau tanah yang diusahakannya ini tak bisa dikeluarkan sertifikat. Alasannya, lahannya masuk dalam kawasan Hutan Produksi Konversi (HPK).

‘’Lalu tahun 2019 ini, saat saya kembali datang ke BPN Kampar, mereka dengan enaknya mengatakan bahwa tanah saya tak bisa dikeluarkan sertifikatnya, karena masuk dalam HPK. Saya rakyat kecil, tidak tahu apa itu HPK. Kapan sosialiasinya kepada kami juga tidak pernah dilakukan. Ini namanya penzoliman. Saya sudah sangat dirugikan dalam hal ini, bayangkan berapa biaya yang sudah saya keluarkan untuk bolak-balik menyelesaikan urusan ini. BPN Kampar itu jahat, harusnya diberi tahu saja sebelumnya,’’ ujar perempuan berusia 64 tahun ini.

Sebelumnya, beberapa hari yang lalu, Hj Nurlaily mendatangi Kantor BPN Kampar di Jalan Letnan M Boyak, Bangkinang.

Saat itu, pihak BPN menyatakan dari beberapa surat tanah yang diusulkannya untuk dibuatkan sertifikit ada baberapa di antaranya tidak bisa dibuatkan, karena masuk dalam kawasan Hutan Produksi Konversi (HPK).

Menurut Dina, salah seorang staf BPN Kampar mengatakan, pihaknya sudah pernah mengirimkan surat pemberitahuan tentang lahan yang masuk HPK dan tak bisa diterbitkan sertifikatnya kepada Ezalina, salah seorang pemegang surat dan membeli tanah kepada Hj Nurlaily.

‘’Kami sudah mengirimkan surat kepada Ezalina, alamat yang di sini,’’ ujar staf BPN ini.

Hj Nurlaily mengatakan, karena ia yang mengurus surat-menyurat di BPN, seharusnya surat pemberitahuan dikirim ke alamat rumahnya, di Desa Karya Indah, Tapung.

Sementara itu, Kasi I BPN Kampar Yarno menyebutkan, bahwa lokasi tersebut berdasarkan RT/RW 2018 masuk kawasan hutan dalam bentuk HPK.

“Jadi tidak bisa dikeluarkan suratnya. Kecuali ada pelepasan kawasan yang harus diurus ke Kementerian Lingkungan Hidup,” ujarnya. =MX9



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook